Rabu, 18 Mei 2022  
 
Opini : Serba Serbi Kesulitan Belajar Pada Anak. Kenali Jenis, Ciri dan Cara Mengatasinya

Zir | Serba-Serbi
Sabtu, 15 Januari 2022 - 12:15:48 WIB

​Gangguan belajar pada anak biasanya tergantung pada diri anak dan penyebabnya bisa bermacam-macam. Gangguan tersebut bisa saja dimulai pada kesulitan atau kelambanan nya dalam menulis, sulit dalam menghitung, sulit untuk mengingat pelajaran yang telah diberikan dan lain sebagainya. Ketika anak mengalami kesulitan belajar seperti ini, peran orang tua dan guru jangan langsung menuduh anak sebagai anak yang pemalas. Karena setiap apapun yang anak rasakan dan tampakkan pasti ada penyebabnya. Hanya saja guru dan orang tua mesti lebih peka lagi pada segala apa yang tak sengaja ditampakkan oleh anak.
​Memang tidak semua anak yang memiliki kesulitan dalam belajar, dan penting bagi guru serta orang tua untuk memahami tentang pengertian, ciri, penyebab dan cara mengatasinya. Sebagai bekal seorang pendidik, harus memahami dulu itu. Meri kita telisik lebih dalam lagi tentang kesulitan belajar ini. Lantas, apa itu gangguan atau kesulitan belajar pada anak ?. Seorang anak yang mengalami gangguan atau kesulitan belajar bukan berarti ia langsung bisa dianggap tidak cerdas, bukan berarti ia tidak memiliki kemampuan dan potensi pada dirinya. Ia mampu menerima pelajaran, tetapi diperlukan cara khusus agar pembelajaran itu bisa ia terima dengan baik.
​Kesulitan belajar ini biasanya adalah masalah-masalah yang mengganggu otak untuk tidak dapat atau sulit dalam menerima, mengolah, menganalisis, atau menyimpan informasi, sehingga impact nya dapat memperlambat anak dalam perkembangan akademiknya. Jadi tak heran jika prestasi belajarnya sangat menurun dari teman-temannya. Namun sayangnya ketika prestasi anak menurun, orang tua selalu menyebut anak sebagai anak yang tidak pandai. Sehingga itu membuat kepercayaan diri anak menurun. Padahal seharusnya peran orang tua lah yang harus membuat dan membangkitkan semangat anak naik. Dan faktanya, bisa jadi anak yang memiliki gangguan belajar ini sebenarnya adalah anak yang cerdas, hanya saja ia memerlukan penanganan yang tepat dalam menangani kesulitan nya.
​Biasanya gangguan belajar pada anak ini disebabkan oleh perkembangan otak nya yang tak matang, entah itu sejak ia lahir atau ketika anak sudah tumbuh. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab anak mengalami gangguan pada otaknya seperti misalnya ibunya mengalami komplikasi pada saat kehamilan, terjadi masalah pada saat bersalin, anak mengalami sakit keras sehingga menyebabkan kinerja otak nya menurun, trauma fisik atau trauma psikologis.
​Gangguan belajar pada anak ada bermacam-macam. Seperti misalnya disleksia atau gangguan dalam membaca. Ciri anak yang mengalami disleksia ini adalah kesulitan dalam membaca, lambat dalam berbicara, sulit mengingat kembali sesuatu, sulit membedakan kata  yang serupa. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh guru dan orang tua dalam mengatasi disleksia pada anak seperti misalnya menyusun kata dengan balok mainan berwarna-warni atau membuat kosa kata di dinding dan ajak anak untuk berlatih membaca dan mengingat tulisan yang ada di dinding.
​Selanjutnya gangguan disgrafia atau gangguan dalam menulis. Tanda atau ciri yang umum terjadi pada anak yang mengalami disgrafia ini adalah anak cenderung tidak suka pada kegiatan menggambar atau menulis dan sulit untuk menulis sesuatu dengan cepat. Biasanya untuk mengatasi permasalahan ini, orang tua bisa berkonsultasi dengan ahli nya seperti psikolog atau dokter untuk menjalani terapi. Mengkonsumsi obat yang sudah diresepkan oleh dokter atau psikolog tersebut serta melatih dan mengubah kebiasaan pada anak.
​Selanjutnya gangguan diskalkulia atau gangguan dalam menghitung. Mengatasi masalahan gangguan anak yang mengalami diskalulia ini memang tidak lah mudah. Biasanya ciri yang anak tampakkan adalah sulit melakukan penjumlahan, pengurangan, dan kegiatan lain yang ada matematika nya. Anak juga sulit mengingat rumus-rumus yang ada pada matematika. Untuk mengatasinya, guru dan orang tua bisa melakukan cara seperti membuat game atau permainan yang berbasis matematika. Sering melatih anak belajar matematika dari yang mendasar dan sederhana. Atau orang tua bisa membawakan guru les matematika agar anak lebih optimal lagi dalam usaha nya mengatasi ketidakmampuan itu. Yang terpenting adalah sebagai guru terlebih orang tua, jangan merasa kecewa dulu terhadap anak, atau bahkan sampai mengecap anak sebagai anak yang tidak pintar. Karena setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap anak memiliki potensi diri yang perlu diasah, dibentuk dan dibina lebih baik lagi.
 
 
Penulis : 
Annisa Amalia Rahmi
Mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Islam Riau


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • UAS Dideportasi di Tengah Masuk Singapura Sudah Kendor
  • Harga Sawit Anjlok, Gubernur Riau Lapor ke Presiden
  • Pemkab Rohil Optimalkan Retribusi Tower Untuk Genjot PAD
  • Bupati Kasmarni Serahkan Pemenang Lomba Lampu Colok Tahun 2022
  • Tesla dan SpaceX akan Mencoba Beberapa Kerja Sama Dengan Indonesia
  • Mencekam Setelah Penangkapan Ade Yasin
  • DLHK akan Tempatkan Petugas Awasi TPS Ilegal
  • Wali Kota Resmikan Rumah Tahfidz dan Unit Usaha FPRM di Rumbai
  • 15 Narapidana Rutan Cipinang Terima Remisi Hari Raya Waisak Tahun 2022
  •  
     
     
    Minggu, 07 Juni 2020 - 09:06:16 WIB
    Kalaborasi Bupati, Anggota DPR RI dan DPD RI, Wujudkan Pembangunan Infrastruktur dan Pariwisata Kamp
    Minggu, 19 April 2020 - 10:34:31 WIB
    DAMPAK VIRUS CORONA
    Pasien PDP Covdi-19 Pelalawan Meninggal Dunia
    Senin, 06 September 2021 - 10:12:37 WIB
    DPP Gardanis Tapanuli Tengah Sosialisasikan Budidaya Ikan Serta Panen Perdana
    Senin, 18 Januari 2021 - 09:18:48 WIB
    Hasil Liga Inggris: Liverpool vs Man Utd Tanpa Pemenang
    Minggu, 23 Mei 2021 - 19:30:52 WIB
    Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bengkalis Tetap Dilakukan
    Rabu, 13 Mei 2020 - 11:05:45 WIB
    LAWAN COVID-19
    Ida : Masyarakat Kelaparan, Wali Kota dan Menantu Ngebet Kejar Proyek Triliunan
    Sabtu, 25 April 2020 - 22:45:11 WIB
    BPK RI Temukan Dugaan Penggelapan Pajak Sejak 2010 - 2013
    Dugaan Korupsi PD Pasar Manado Tahun 2013-2014
    Selasa, 13 Oktober 2020 - 19:01:06 WIB
    Kasdam IV Diponegoro Apresiasi Upaya Jambanisasi Pemkab Brebes Selepas TMMD Reguler
    Senin, 26 April 2021 - 11:04:49 WIB
    Inilah 53 Prajurit TNI AL Awak Kapal Selam KRI Nanggala-402 Yang Dinyatakan Tenggelam
    Senin, 29 November 2021 - 21:39:57 WIB
    Bupati Kembali Bagikan 200 Paket Sembako Kepada Masyarakat Tapteng
    Rabu, 11 November 2020 - 15:24:23 WIB
    Sinergitas TNI, Polri dan Forkompinda Provinsi Banten Dalam Hadapi Bencana
    Sabtu, 19 Desember 2020 - 16:06:00 WIB
    Jokowi: Isi Medsos dengan Keteduhan dan Kesejukan
    Selasa, 19 Mei 2020 - 22:59:41 WIB
    LAWAN COVID-19
    Kapolda Sumut Janji Tindak Tegas Para Pelaku Korupsi Bansos Warga Terdampak Covid-19
    Jumat, 28 Februari 2020 - 14:23:21 WIB
    Pemerintah Hormati Kebijakan Penangguhan Visa Umrah Arab Saudi
    Rabu, 17 Februari 2021 - 09:48:03 WIB
    Polresta Pekanbaru Terima Penghargaan Dari MENPAN-RB
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved