Kamis, 04 Maret 2021  
 
Perajin Malaka Ingin Buat Ukiran Wajah Pak Jokowi

Riswan L | Serba-Serbi
Selasa, 22 Desember 2020 - 12:23:15 WIB
Jakarta | Tiraskita.com - Setiap orang tentu punya impiannya masing-masing, sama halnya seperti seorang perajin ukiran Malaka yang satu ini. Christophorus Xaverius Aron Esy (40) bercerita tentang impiannya membuat ukiran Presiden RI Joko Widodo.

Pria yang akrab disapa Om Cen ini menyebut dirinya terinspirasi dengan sosok Jokowi yang sederhana. Apalagi Jokowi menurutnya sudah membuat pembangunan di wilayah timur menjadi lebih baik. Seperti di Malaka misalnya, Cen mengatakan Jokowi telah membangun Jalan Sabuk Merah dari Kabupaten Belu hingga Malaka sehingga akses jalan kini jadi lebih mudah.

"Saya terinspirasi dengan Bapak Jokowi. Saya ingin mengukir Bapak Jokowi sama istri. Saya orang Timor asli Malaka saya mau ngukir buat Bapak Jokowi sama istri. Karena saya terinspirasi sekali sama Bapak Jokowi, orangnya sederhana, dia buat sesuatu tidak pandang bulu. Aduh tidak bisa dihitung," ungkapnya kepada detikcom baru-baru ini.

Adapun awal mula keinginannya untuk membuat ukiran wajah Jokowi muncul saat dirinya menghubungi salah satu kenalannya di Kupang. Kebetulan saat itu Cen mengatakan akan ada festival kesenian yang akan digelar di sana.

"Waktu itu ada seperti festival di Kupang kita masuk di situ. Kebetulan saya punya kenalan di sana, lalu di telpon. Saya bilang bisa nggak saya kasih ukiran buat Bapak Jokowi, dan katanya bisa," katanya.

Keinginannya untuk bisa membuat ukiran Jokowi sebenarnya sudah hampir terwujud, namun, hal ini terkendala karena adanya COVID-19. Bahkan, Cen mengatakan dirinya sudah mempersiapkan bahan-bahannya. Rencananya, Cen juga akan memberikan ukiran miliknya tepat saat Jokowi datang ke Kupang pada bulan Mei lalu.

"Sebenarnya sudah ingin tercapai dan harus tercapai. Sudah dipotong kayunya, tapi belum kesampaian (dilanjutkan) karena waktu itu COVID. Ketika Bapak Jokowi datang di Kupang pas Februari, Maretnya saya sudah rencana mau buat itu. Tapi saya belum sempat karena ada COVID makanya Bapak Jokowi bulan Mei nggak sempat ke Kupang. Kalau nggak saya sudah kasih langsung," paparnya.

Adapun ukiran yang ingin ia buat juga menampilkan ikon-ikon Nusa Tenggara Timur, serta adat istiadat yang ada di Malaka. Ukiran tersebut rencananya akan dibuat dalam sebongkah kayu berukuran setinggi satu meter.

"Saya mau buat ikonnya NTT, Danau Kelimutu, terus di Malaka sini dengan dia punya adat istiadat seperti rumah adat. Saya tuangkan dalam satu kayu kayak pohon gelondongan. Jadi saya ambil satu meter di sekelilingnya itu ikon NTT, sama ada Bapak Jokowi di situ," katanya.

Sejak saat itu, Cen merasa sedikit kecewa karena impiannya tersebut belum bisa dilaksanakan. Apalagi ia mengaku telah semangat untuk membuat. Namun, jika dirinya masih diberi kesempatan untuk membuat ukiran Jokowi, ia mengaku tetap ingin membuat. Bahkan, ia mengatakan ukiran tersebut bisa selesai dalam waktu sebulan saja.

"Saya sudah semangat eh tau-taunya masuk bulan Maret nggak bisa, kecewa saya di situ. Ya kalau (masih) bisa, saya mau tetap buat, nggak lama paling satu bulan juga sudah jadi," ungkapnya.

Meskipun impiannya belum bisa terwujud saat ini, Cen tetap tidak putus asa dan terus membuat ukiran bagi warga Malaka di salah satu usaha mebel milik rekannya, Emanuel Benani (33).

"Kalau saya di sini baru jalan 4 bulan. Saya datang di 2015 masuk 2016-2017 saya di mebel peti di Betun. Nah terus bos ini kakaknya temen sekolah saya dari dulu," katanya.

Masih sedikitnya pengusaha mebel di Malaka pun membuat Emanuel bersyukur bisa menemukan perajin ukiran untuk usaha Mebelnya. Bahkan, ia mengaku di awal merintis mebel dirinya hanya punya satu orang pekerja untuk membuat mebel tanpa ukiran.

Lambat laun, akhirnya ia memutuskan untuk mengajukan KUR ke BRI agar perusahaan mebelnya berkembang. Emanuel yang awalnya hanya bisa mempekerjakan satu pekerja pun kini bisa mempekerjakan sembilan orang termasuk Cen.

"Tahun 2017 awalnya saya pinjam pertama itu Rp 25 juta dari KUR, lalu dua tahun selesai. Dalam jangka waktu satu tahun saya tendang, saya ambil Rp 100 lalu saya beli mobil (untuk antar mebel) seharga Rp 80 juta masih ada Rp 20 juta untuk saya putar," katanya.

"Awalnya (yang) bekerja di sini itu dari 2017 satu orang. Lalu pesanan mulai banyak, penambahan tukang lagi jadi 4 orang, naik lagi jadi 6 dan sekarang jadi 9 orang," ungkapnya.

Di ulang tahun yang ke-125 pada tahun ini, BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka. BRI juga menghadirkan KUR hingga menyalurkan BPUM untuk membantu UMKM sekitar.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi.

sumber;detik,com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Babinsa Koramil 07/Alasa Kodim 0213/Nias Komsos Dengan Perangkat Desa
  • Walikota Minta Tertibkan Prostitusi di Jondul Pekanbaru
  • Pemprov Riau Beri Bantuan Hukum Untuk Masyarakat Miskin
  • Wawako Pekanbaru Buka MTQ Kelurahan Cinta Raja
  • Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Dibuka Hari Ini
  • 55 Hotspot Terpantau di Riau, Tersebar di 7 Wilayah
  • Hari Pertama Kerja Pasca Dilantik, Bupati dan Wabup Sergai Gelar Rapat Koordinasi
  • Bhabinkamtibmas Polsek Tapung Lakukan Patroli Karhutla Gabungan
  • Melalui I-Link , Masyarakat Rohil Kini Bisa Mengurus SIM Secara Online
  •  
     
     
    Sabtu, 23 Januari 2021 - 07:43:46 WIB
    Jabar Siapkan Skenario Penyuntikan supaya Vaksinasi COVID-19 Berjalan Efektif dan Efisien
    Selasa, 29 Desember 2020 - 19:04:32 WIB
    Rp110 Triliun Akan Dianggarkan untuk Dana Bansos, Jokowi: Harus Betul-betul Tepat Sasaran
    Kamis, 19 November 2020 - 19:00:03 WIB
    Hadiri Sosialisasi Mitigasi Gerakan Tanah, Walkot: Pentingnya Pemahaman Penanggulangan Bencana
    Jumat, 12 Februari 2021 - 22:53:30 WIB
    Terhitung 10 Februari 2021,
    Bengkalis Status Siaga Darurat Bencana Karhutla Selama 9 Bulan
    Minggu, 28 Juni 2020 - 21:53:02 WIB
    Borong Pekerjaan Dinsos Dan DPMPD Pelalawan
    Ketua ICMI Pertanyakan Kehadiran Adi Sukemi-M.Rais Setiap Penyerahan BLT-DD
    Senin, 10 Agustus 2020 - 20:35:14 WIB
    ADVERTORIAL
    HM Wardan Sambut Baik Kunjungan Kunker DPD RI Komite II Riau
    Rabu, 06 Januari 2021 - 17:02:21 WIB
    Pj. Bupati Jadi Irup pada Prosesi Pernikahan Faisal Husaini
    Senin, 29 Juni 2020 - 15:19:56 WIB
    TERKAIT GAJI KARYAWAN SUDAH 5 BULAN TIDAK DIBAYAR
    Karyawan Perusahaan Daerah Kampar Aneka Karya RDP Dengan Komisi III
    Jumat, 13 Maret 2020 - 12:18:30 WIB
    Ketua REPDEM Kab. Pelalawan Meminta Bapak H.Zukri Misran Ikut Berkompetisi Dalam Pilkada 2020
    Selasa, 23 Juni 2020 - 06:48:23 WIB
    Bentuk Lukisan Foto Dan Buku Islam Dan Kebudayaan
    DDII Bengkalis Menyerahkan Cenderamata Kepada Plh. Bupati
    Selasa, 10 Maret 2020 - 17:40:13 WIB
    Tampung Sawit dari Kawasan Hutan dan Cemari Lingkungan
    PT Sawit Inti Prima Perkasa Diduga Tidak Mengatongi Izin
    Rabu, 05 Agustus 2020 - 15:43:34 WIB
    LAWAN COVID-19
    Pandemi Covid-19 Meningkat, Pemkab Kampar Rapat Koordinasi dengan Satgas Covid-19
    Rabu, 08 Juli 2020 - 12:00:55 WIB
    Komsos Babinsa Koramil 07/Alas Ajak Aparat Desa Patuhi Protokoler Kesehatan
    Rabu, 06 Januari 2021 - 19:51:24 WIB
    Gojek Merger Dengan Tokopedia & Rencana Besar di Baliknya
    Selasa, 05 Mei 2020 - 17:16:34 WIB
    LAWAN COVID-19
    Ditengah Pandemi Covid-19, Pasutri Di Serdang Bedagai Berharap Dapat Bantuan Dari Pemerintah
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved