Sabtu, 28 Januari 2023  
 
Sultanate Institute dan Bupati Tapanuli Tengah Sepakat Konservasi Kawasan Situs Bongal

Kah | Sumut
Jumat, 25 Februari 2022 - 08:16:11 WIB

kah26a
TERKAIT:
   
 
PANDAN, TAPTENG - Sultanate Institute menyampaikan tiga rekomendasi terkait pelestarian kawasan Situs Bongal yang ada di Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Rekomendasi itu disampaikan langsung kepada Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani di Kantor Bupati Tapteng di Pandan, Rabu (23/2/2022).

Menurut Direktur Sultanate Institute, Tori Nuariza, riset tentang Situs Bongal telah dilakukan sejak tiga tahun terakhir. Riset tersebut diawali dengan survei kawasan dan temuan pada akhir tahun 2020. Survei itu kemudian melahirkan kerja sama riset dan ekskavasi antara Sultanate Institute dengan Balai Arkeologi Sumut pada tahun 2021.

Sementara itu, riset pada tahun 2022 ini melibatkan para Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang terdiri atas sejumlah pakar arkeologi sejarah, pakar arkeologi maritim, pakar geo-arkeologi, hingga pakar kehutanan.

Dalam riset pustaka yang dilakukan Sultanate kata Tori, ada tiga pelabuhan terkenal pada abad 7 M hingga 10 M, yaitu Fansur, Palembang, dan Lamuri. Informasi ini dapat ditemukan dalam Kitab Hudud Al-Alam, Muruj Adz-Dzahab, Ajaib Al-Hindi, Rihlah As-Sirafi dan Al-Masalik wal Mamalik.

“Dalam studi pustaka pada kitab-kitab Islam klasik, kawasan Bongal ini memiliki indikasi kuat identik dengan Fansur. Kawasan ini menjadi penghasil komoditas kafur, gaharu, kemenyan, dan emas,” jelas Tori.

Komoditas ini menjadi daya tarik perdagangan internasional saat itu. Terlebih harga kafur pada era perdagangan itu lebih mahal nilainya dari pada emas.

Informasi dari sejumlah catatan Islam klasik itu diperkuat dengan kondisi geografis Situs Bongal yang berada menjorok ke teluk. Selain itu, juga diperkuat dengan temuan para arkeolog di situs ini.

Ada pun benda-benda yang ditemuan berasal dari abad 7 M hingga abad ke 10 M terangnya, yaitu, sisir tenun, fragmen kayu kapal, pancang-pancang, nibung yang menjadi struktur bangunan, koin era Umayyah dan Abbasiyah, botol kaca Timur Tengah (Syam), alembic, tembikar berglasir dari Nisaphur dan Rayy, keramik Dinasti Tang, manik-manik kaca, fosil kafur, gaharu dalam temuan temuan lainnya.

Tiga Rekomendasi

Mengingat pentingnya situs tersebut maka ada tiga hal yang harus dilakukan dalam pelestarian situs. Pertama, mendirikan on site museum di kawasan Situs Bongal yang berisi temuan-temuan dari situs tersebut.

Kedua, konservasi tiga komoditas aromatika, yaitu, kafur, gaharu dan kemenyan. Sebab hingga saat ini komoditas-komositas tersebut langka. Padahal masih diminati dunia, utamanya untuk aromateraphy dan keperluan medis.

“Yang ketiga, kami meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Pusat segera menetapkan situs ini menjadi Cagar Budaya Nasional dan juga membantu dukungan anggaran dalam rangka pelestarian kawasan bersejarah ini,” pungkas Tori Nuariza.

Dukungan Bupati Tapteng

Sementara itu, Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani mendukung riset untuk mengungkap sejarah yang terkubur di Situs Bongal. Ia berharap kajian terhadap situs ini dilakukan dengan teliti.

“Saya mendukung ini digali (dikaji), namun harus teliti baik-baik, jangan sampai ada penyesatan sejarah, jangan sampai yang tidak tahu sejarah seolah-olah tahu,” kata Bupati Bakhtiar.

Untuk itulah, Bupati Bakhtiar mendukung penuh riset yang dilakukan oleh Sultanate Institute agar situs Bongal ini tidak hanya dikenal di Indonesia tapi juga dunia. Sehingga tidak hanya dapat ditetapkan sebagai  Cagar Budaya Nasional, tapi juga situs penting dunia.

“Tentu saya sebagai Bupati mendukung penuh hal ini digali oleh Sultanate Institute. Saya harap situs ini bisa dikenal bukan hanya di Indonesia tapi juga dunia, dan (UNESCO) menetapkannya sebagai situs penting,” harap Bupati Bakhtiar usai menerima kunjungan Tim Peneliti Sultanate Institute dan perwakilan tim peneliti BRIN di Kantor Bupati Tapteng, Rabu.(23/02/2022).

Sejumlah kebijakan yang mendukung riset dan pelestarian situs ini telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng). Dari sisi infrastruktur, Bupati Bakhtiar telah memerintahkan Dinas PU PR Tapteng untuk  memperbaiki akses menuju Situs Bongal usai ekskavasi pertama di situs Bongal tahun 2021 lalu, seperti memperbaiki jalan dari Simpang Lopian menuju Desa Jago-jago, serta membangun Jembatan Gantung di  Desa Jago-jago.

Kini Jembatan itu menjadi akses utama para peneliti untuk menuju situs Bongal. Pembangunan infrastruktur ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat.

“Jadi apa yang dibutuhkan di sana dan langkah-langkah apa yang dilakukan Sultanate Institute pasti akan saya dukung sebagai Bupati, dan kami tidak akan berdiam diri,” tegasnya.

Dukungan tersebut diberikan Bupati Bakhtiar sebab ia menyadari ada sejarah yang penting yang terkubur di Situs Bongal. Riset terhadap Situs Bongal tentu sangat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan bagi masyarakat.

“Saya minta masyarakat juga mendukung riset terhadap situs ini dengan tidak memgambil benda-benda tinggalan sejarah dari situs ini,” imbau Bupati Bakhtiar.

Bupati muda ini pun siap mendukung langkah-langkah konservasi kawasan situs Bongal, termasuk penanaman kafur kembali.

Bupati Tapteng, Bahktiar Ahmad Sibarani menyambut baik rencana penanaman kafur di kawasan itu. Terlebih kafur memang menjadi ciri khas Tapteng. Pembudidayaan Tanaman Kafur masih dilakukan di Barus yang menjadi tanah kelahirannya.

“Rekomendasi apa yang diberikan sultanate dan para peneliti kami siap mendukung. Kalau memang mau dilakukan penanaman kafur silahkan, itu sah-sah saja,” sambutnya.

Lebih lanjut Bakhtiar meminta dukungan dan perhatian serta kerja sama berbagai pihak dalam konservasi kawasan situs Bongal, termasuk dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun Pemerintah Pusat.

Sebelumnya pada 4 Oktober 2021 lalu, Direktur Media Literasi Nesia, Abu Bakar dan Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara Dr. Ketut Wiradnyana berkunjung ke Kantor Bupati Tapteng. Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana pembangunan museum dan pengembangan kawasan Bongal. (Diskominfo/NAULI B SIMANJUTAK)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Hasil Rapat Pleno KI Pusat Tetapkan Kampar Sebagai Tuan Rumah HKIN 2023
  • Angka Stunting di Riau 2022 Turun, Kadiskes Sebut Berkat Kerja Keras Kawan-Kawan di Puskesmas
  • Kejar Target! Kadiskes Riau Berencana Kumpulkan Dinkes Kabupaten/Kota Bahas Stunting
  • Hakim-Hakim di Jepang Buat Prof Mahfud Kaget
  • Apartemen Ayam, Solusi Peternak Milenial
  • Luar Biasa... Warga Kembali Serahkan Senjata Api Ke Satgas Yonarmed 5/105 Tarik/Pancagiri
  • Keren.... Kodim 0617/Majalengka Rehab Rumah Veteran
  • Tahun 2023 Pemko Pekanbaru Fokus Bangun Proyek Menyentuh Masyarkat
  • Anggota Komisi V DPRD JABAR Monitoring Pembangunan Gedung Blok l Dan Blok lV RSUD) ota Bogor
  •  
     
     
    Sabtu, 27 Februari 2021 - 09:33:29 WIB
    Polsek Kampar Kiri Hilir Ringkus Pengedar Shabu
    Kamis, 07 Oktober 2021 - 10:09:48 WIB
    Gubri Sudah Usulkan Syarat Penerbangan Gunakan Antigen
    Jumat, 28 Februari 2020 - 14:13:54 WIB
    Fakta Lain di Balik Gratifikasi Rp. 100 Miliar Agung Mangkunegara
    Kamis, 19 Agustus 2021 - 11:28:38 WIB
    MK Tetapkan Sidang Uji Materi UU Pers Rabu Pekan Depan.
    Selasa, 06 September 2022 - 16:35:07 WIB
    Wali Kota Cimahi Buka RAKORDA Forum Pengurangan Resiko Bencana Kota Cimahi
    Senin, 25 November 2019 - 22:19:05 WIB
    HUT Kota TANGSEL, Pewarja Gelar Budaya Wayang Kulit
    Selasa, 23 Juni 2020 - 05:09:16 WIB
    Terkait Proyek Yang Didanai Dari APBD I Riau
    Asun Bungkam? Dikonfirmasi Pembangunan Rigit Jalan Inhu Senilai 6 M Baru Dibangun Sudah Retak
    Jumat, 26 Februari 2021 - 13:12:25 WIB
    Kajari Pelalawan Dipegang Oleh Rosalina, Sertijab Hari Ini
    Rabu, 13 Januari 2021 - 21:31:42 WIB
    Ketua KPU Arief Budiman Dipecat DKPP
    Kamis, 04 Februari 2021 - 09:46:52 WIB
    Ditengah Pandemi, PT. PALMA Lakukan Sewa Kelola Sejumlah Hotel
    Selasa, 15 Maret 2022 - 17:49:47 WIB
    Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Pemuda Tangerang Gelar Pelatihan Budaya Kerja Pelayanan Prima Bers
    Jumat, 07 Januari 2022 - 14:00:55 WIB
    Arti Filsafat, Tujuan, Karakteristik, dan Manfaatnya dalam Kehidupan
    Sabtu, 25 Desember 2021 - 21:25:36 WIB
    Perayaan natal Gereja GBI Ekklesia Tanjung Medan Berlangsung Dengan Hikmat
    Senin, 08 Februari 2021 - 19:19:44 WIB
    Kecelakaan Lalulintas , Satu Orang Tewas Saat Menuju Rumah Sakit
    Sabtu, 03 Juli 2021 - 10:59:27 WIB
    Pemkab Tapanuli Tengah Gelar Simulasi Pengendalian Huru Hara Mendukung Kondusif Pelaksanaan Pilkades
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved