Harga barang-barang kebutuhan pokok di Kota Cimahi menjelang awal bulan Ramadhan tahun 2021 mulai merangkak naik. Namun kenaikan tersebut diperkirakan hanya sementara dan akan kembali stabil seminggu setelah awal Ramadhan.<">
Minggu, 16 Mei 2021  
 
Plt. Wali Kota Sidak Dua Pasar Tradisional Menjelang Ramadhan

rahmad | Jawa Barat
Jumat, 09 April 2021 - 18:10:26 WIB


CIMAHI TENGAH | TIRASKITA.COM  – Harga barang-barang kebutuhan pokok di Kota Cimahi menjelang awal bulan Ramadhan tahun 2021 mulai merangkak naik. Namun kenaikan tersebut diperkirakan hanya sementara dan akan kembali stabil seminggu setelah awal Ramadhan.

Demikian diutarakan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi, Letkol. Inf. (Purn.) Ngatiyana usai melakukan inpeksi mendadak (sidak) di dua pasar tradisional utama di Kota Cimahi, yaitu Pasar Atas Baru dan Pasar Antri Cimahi, pada Kamis (08/04).

Dengan didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin), Dadan Darmawan beserta jajaran UPTD Pasar Kota Cimahi, selama proses Sidak tersebut, sesekali Plt. Wali Kota berhenti di salah satu pedagang, lalu menanyakan tentang harga sejumlah komoditas yang dijual pedagang tersebut.  "Harga beras gimana bu? naik ngak? atau masih stabil? Kalau daging ayam gimana kang? daging sapi stock-nya masih aman pak?" ujar Ngatiyana kala berbincang dengan beberapa pedagang.

Kepada para awak media, Plt. Wali Kota menyampaikan, pantauan harga kebutuhan pokok yang dilakukannya bersama jajaran Disdagkoperin Kota Cimahi bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan stock di pasar menjelang awal bulan Ramadhan tahun 2021 ini.

“Hari ini kami rombongan dari Pemerintah Kota Cimahi datang melihat atau mensikapi kemungkinan kalau ada kenaikan harga di kedua pasar utama ini. Ternyata begitu kami datangi, memang ada beberapa item yang naik, salah satunya adalah cabe besar itu naik sampai dengan [Rp] 2000-an, tetapi yang lain masih stabil. Untuk beras disini stock-nya aman, harga terkendali masih tetap tidak ada kenaikan. Kemudian daging [sapi] yang semula itu [Rp] 110 [ribu] itu sekarang jadi [Rp] 120 [ribu]. Kemungkinan besar masih akan naik karena stock nya agak kesulitan. Kemudian telor [ayam] itu kami cek naik sekitar 2 ribuan. Untuk [daging] ayam yang semula [Rp] 35 [ribu] sekarang naik jadi [Rp] 38 [ribu]. Jadi rata-rata naik 3000 selama empat hari ke belakang. Nah ini perlu diwaspadai,” ujar Ngatiyana.

Dikatakan Ngatiyana, kenaikan harga menjelang awal bulan Ramadhan ini memang sudah diprediksi sejak awal karena selalu menjadi trend dari tahu ke tahun. Namun demikian, pihaknya berharap bahwa kenaikan ini tidak akan terlalu signifikan agar tidak terlalu memberatkan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.

“Kemungkinan naiknya harga beberapa item ini karena mau menjelang Ramadhan kelihatannya. Mudah-mudahan nanti kembali lagi yah setelah itu. Kalau seperti Ayam stock-nya sih ada. Daging ada kenaikan memang stock-nya berkurang. Dikhawatirkan dengan naiknya ini nanti konsumennya kurang. Tetapi kami tekan dan upayakan mudah-mudahan tetap bertahan, jangan naik lagi,” harapnya.

Ditanya lebih jauh mengenai kebijakan yang akan ditempuh dalam menyikapi kenaikan harga ini, pihaknya akan menginstruksikan Disdagkoperin untuk terus melakukan pemantauan di lapangan. Satu hal yang perlu dicermati menurutnya, adalah adanya disparitas harga antara penjual komoditas di pasar-pasar resmi dan penjual tidak resmi di pinggir jalan.

“Nah ini seperti ayam, karena masih ada penjual-penjual yang ada di jalanan yang harganya jauh lebih murah daripada ayam yang ada di pasar atas baru ini. Ini menjadi kendala. Tetapi nanti Disdagkoperin akan mengecek ulang, sebagai perbandingan antara pasar atas atau pasar antri dan pedagang-pedagang yang ada di jalanan. Apabila ada perbedaan harga yang terlalu jauh, terlalu jauh beda jarak ataupun beda jauh harganya, Kita akan mencari jalan yang terbaik untuk menyikapinya,” tutur Ngatiyana.

Terakhir, Ngatiyana menyampaikan akan terus melakukan upaya persuasif kepada para pedagang agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi supaya tidak menyulitkan warga masyarakat yang hendak berbelanja bahan kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan. Ia juga mengingatkan agar para pedagang tidak menimbun stock bahan-bahan komoditasnya demi sekedar mengejar keuntungan pribadi semata.

“Kalau sampai ada yang menimbun untuk kepentingan pribadi, kita tutup! Kita tegas saja. Kepada masyarakat, saya berpesan untuk tidak perlu khawatir dan cemas karena stock barang-barang kebutuhan pokok masih aman dan terkendali,” pungkas Ngatiyana.(Arif.s)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tempat Wisata Di Banten Ditutup
  • KEJAHATAN BIASA YANG DAMPAKNYA SANGAT SERIUS
  • Kapolres Pekanbaru Instruksikan Pengawasan di Cek Point Masuk Pekanbaru
  • Bupati Pelalawan H.Zukri Turut Basah Bersama Warga Di Kec.Bunut
  • Kapolres Kampar Instruksi Jajarannya Awasi Potkes di Tempat Wisata
  • Libur Idul Fitri, Polsek Panongan Polresta Tangerang Pantau Prokes di Objek Wisata Dan Mall
  • Presiden Jokowi Akan ke Kaampar, Bupati Kampar dan Gubri Pantau Persiapan
  • Terapkan Prokes, Tempat Wisata Saat Lebaran di Sergai Tetap Buka
  • Wamenkumham Sampaikan Remisi Idul Fitri
  •  
     
     
    Selasa, 08 September 2020 - 11:39:18 WIB
    Ridwan Kamil Apresiasi Keputusan Jasa Marga Menunda Penyesuaian Tarif Tol
    Rabu, 07 Oktober 2020 - 22:04:25 WIB
    Gelar Razia di Lapas Narkotika Pematangsiantar, 52 HP Disita
    Selasa, 23 Februari 2021 - 09:04:28 WIB
    Keturunan Leluhur Kerajaan Sumedang Larang Menolak Keras Rencana Revitalisasi Kompleks Srimanganti
    Kamis, 30 Januari 2020 - 19:36:09 WIB
    Kementerian PUPR Terus Dorong Peningkatan Peran Kontraktor Swasta Nasional Menengah dan Kecil
    Kamis, 28 Mei 2020 - 12:25:41 WIB
    Komandan Korem 142/Tatag Bersama Kajati Sulbar Sambangi Kakanwil Kemenkumham Sulbar
    Komandan Korem 142/Tatag Bersama Kajati Sulbar Sambangi Kakanwil Kemenkumham Sulbar
    Kamis, 13 Februari 2020 - 11:27:07 WIB
    PT. BBHA Sinar Mas Group Diduga Gali Kanal di Areal Gambut Luar Konsesi,Ini Reaksi Penggiat Lingkung
    Kamis, 09 Juli 2020 - 06:27:28 WIB
    Pemkot Cimahi Belum Mengizinkan Pesta Resepsi Pernikahan
    Senin, 15 Juni 2020 - 11:41:36 WIB
    PROTOKOL KESEHATAN
    Masyarakat Kecamatan Bangkinang Diberikan Sosialisasi New Normal
    Sabtu, 19 Desember 2020 - 11:44:35 WIB
    Jokowi: Vaksin Corona Gratis untuk Semua Warga, Tidak Ada Kaitan Dengan BPJS
    Kamis, 30 April 2020 - 18:46:21 WIB
    Karya Menarik
    Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan, Rohil Mulai Budidayakan Sektor Pertanian
    Kamis, 21 Januari 2021 - 21:45:03 WIB
    Bupati Siak Resmikan 3 Ruang Kelas untuk Ponpes Darul Hadits
    Rabu, 08 Juli 2020 - 06:28:51 WIB
    Gub Jabar Ridwan Kamil Utamakan Keselamatan Warga Dalam Pilkada Serentak
    Minggu, 30 Agustus 2020 - 11:57:42 WIB
    UKM IKM Nusantara Gandeng GKM Distribusikan Sembako Dan Minyak Goreng Murah
    Kamis, 14 Januari 2021 - 16:09:20 WIB
    Tujuh Daerah di Jabar Siap Mulai Vaksinasi Covid-19 Tahap I
    Kamis, 31 Desember 2020 - 13:27:17 WIB
    Pasca Pembubaran FPI, Kabaharkam Polri: Mau Jadi Apa Negara Ini kalau Kita Diam
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved