<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Wagub Riau Kagum Melihat Potensi Kerambah Ikan di Danau Koto Panjang
Senin, 18 Juli 2022 - 12:21:47 WIB
Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Brigjen TNI (Purn) H Edy Natar Nasution kunjungi pengelolaan kerambah ikan di Danau Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau.
TERKAIT:
 
  • Wagub Riau Kagum Melihat Potensi Kerambah Ikan di Danau Koto Panjang
  •  

    KAMPAR, TIRASKITA.COM - Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Brigjen TNI (Purn) H Edy Natar Nasution kunjungi pengelolaan kerambah ikan di Danau Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau.

    Dalam kunjungan itu, Wagubri didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Ir H Herman Mahmud, MSi, mantan Kepala Dinas Perikanan Riau, Prof DR Ir Irwan Effendi, MSc serta beberapa pihak terkait dari  Kabupaten Kampar.

    Disela-sela kunjungan, Wagubri merasa kagum dengan adanya kerambah ikan di lokasi tersebut. Hal itu lantaran karena mengingatkan beliau ketika memiliki pengalaman mengelola kerambah ikan di waduk Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat, beberapa waktu masa lalu.

    Dia ungkapkan, bahwa hasil dari kerambah di waduk Jatiluhur bisa meningkatkan perekonomian bagi masyarakat.

    Namun ia mengatakan, bahwa kerambah yang ada di Danau Koto Panjang ini, pemiliknya masih di dominasi oleh pengusaha besar dan belum merata pada masyarakat. Sehingga ini harus menjadi perhatian ke depan yang bisa menjadi usaha milik masyarakat.

    "Sesuai komunikasi, alasannya karena membuat kerambah ini modalnya cukup besar yang mencapai puluhan juta per kerambah. Sehingga masyarakat juga belum mampu dan menjadi tugas kita ke depan agar masyarakat juga bisa membuat usaha kerambah ini," kata Wagubri. Sabtu (16/7).

    Diungkapkan dia, bahwa saat ini sudah ada kerambah yang dibantu Pemerintahan Kabupaten Kampar. Namun, itu juga baru beberapa saja. Ia berharap hal itu juga bisa menjadi perhatian di tingkat Provinsi Riau. Karena pengelolaan kerambah ikan hasilnya sangat potensi untuk perekonomian masyarakat.

    "Untuk itu, dalam kunjungan ini kita juga bawa langsung Kepala Dinas Perikanan dan kelautan Provinsi Riau meninjau kerambah ini. Mudah-mudahan beliau bisa mencarikan solusi untuk masyarakat juga bisa buat usaha kerambah. Tambah lagi lokasinya masih cukup luas untuk dikembangkan," ujarnya.

    Selain itu mantan Danrem 031 Wira Bima ini, juga mengapresiasi mantan Kepala Dinas Perikanan Riau, Prof DR Ir Irwan Effendi, MSc yang juga memiliki usaha kerambah di Danau Koto Panjang. Karena selain memiliki kerambah ia juga sekaligus memberikan cara mengelola kerambah yang tepat untuk masyarakat sesuai keahlian yang dimiliki.

    "Artinya, saat ini bagaimana bisa membantu masyarakat bisa memiliki kerambah ini dan menjadi usaha ke depan. Karena kita juga sudah mendengar langsung dari bapak Prof Irwan Effendi yang siap membantu masyarakat yang ingin membuat kerambah di danau ini," tuturnya.

    "Hasil kerambah ini cukup besar, rata-rata satu kerambah bisa menghasilkan keuntungan mulai 5-10 juta rupiah per kerambah. Sekarang ini bagaimana membantu dan masyarakat yakin dan tekun dengan usaha kerambah ini," tutupnya.

    Sementara, Kepala Dinas Perikanan dan kelautan Provinsi Riau, Ir H Herman Mahmud, MSi, mengakui untuk kerambah ini belum ada program dari tingkat provinsi. Sehingga ia ke depan akan mencoba mencarikan solusi dan program sesuai yang disampaikan Wagubri.

    "Selama ini, kita baru di tingkat kelautan, seperti di pulau Rupat. Mudah-mudahan kedepan kita bisa juga buat program untuk di waduk ini," katanya.

    Sementara Prof Irwan Effendi menjelaskan, Danau Koto Panjang luasnya mencapai 12 ribu hektare. Terisi kerambah baru sekitar 40 persen. Artinya masih banyak lokasi untuk membuat kerambah baru bagi masyarakat.

    "Luas waduk ini sekitar 12 ribu hektare, dan masih banyak lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat," jelasnya.

    Terkait modal buat kerambah, Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji, Unilak ini mengatakan, jika modal satu kerambah mencapai Rp30 juta per kerambah.

    Semua itu untuk perlengkapan kerambah, bibit ikan, tempat tinggal penjaga dan pakan. Jika dilihat dari perekonomian masyarakat saat ini anggaran itu memang  cukup besar. Sehingga peminat dari masyarakat juga sedikit.

    "Tapi kalu ada bantuan dari pemerintah ini akan sangat bagus, karena hasil kerambah ini cukup besar yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Tambah lagi pasaran ikan ini sudah ada," jelasnya.

    Pastinya angka keuntungan kerambah ini, imbuh dia, mulai dari 5 hingga 10 juta, bahkan mencapai angka 20 puluhan juta tergantung besar kerambah dan cara pengelolaannya. Dan ia sendiri pernah mencapai angka 27 jutaan sekali panen.

    "Jadi hasil itu juga tergantung cara pengelolaannya. Sedangkan ikan yang dipelihara, terdiri dari bermacam-macam ikan. Seperti ikan mas, gurami, nila dan lainya yang pemasaranya tidak sulit dan rata-rata sudah penampung," tuturnya.

    (Mediacenter Riau)



     
    Berita Lainnya :
  • Wako Agung dan Wawako Markarius Pimpin Gotong Royong Bersihkan Jalan Arifin Achmad
  • Kejari Rohul Pulihkan Kerugian Negara Rp862 Juta dari Kasus Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Ujung Batu
  • Mendagri: BUMD Sehat Harus Efisien, Profesional, dan Berorientasi pada Kinerja
  • Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS
  • Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Wako Agung dan Wawako Markarius Pimpin Gotong Royong Bersihkan Jalan Arifin Achmad
    02 Kejari Rohul Pulihkan Kerugian Negara Rp862 Juta dari Kasus Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Ujung Batu
    03 Mendagri: BUMD Sehat Harus Efisien, Profesional, dan Berorientasi pada Kinerja
    04 Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS
    05 Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
    06 Direksi BUMD dan Tokoh Masyarakat Hadiri Sidang Abdul Wahid yang Hadirkan SF Hariyanto
    07 Kejagung Geledah Kantor BGN dan Periksa Dadan Hindayana Sejak Dini Hari
    08 Pelapor Desak Kejari Gunungsitoli Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSP Lologolu Rp9,77 Miliar
    09 DPR Soroti Rencana Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah, Minta Kajian Mendalam
    10 Agung Nugroho Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak sebagai Kado HUT Pekanbaru ke-242
    11 Polresta Pekanbaru Ungkap Dugaan Penipuan Haji Mujamalah, Dua Orang Diamankan
    12 PT SBP Minta Polisi Usut Kemunculan Ekskavator Usai Penyerangan Karyawan di Lokasi
    13 Seleksi JPT Pratama 2026, Pemko Gunungsitoli Targetkan Pemimpin OPD Berkualitas
    14 Praktik Uang Bangku hingga Titipan Murid Masih Ditemukan dalam SPMB
    15 Satres Narkoba Polres Dumai Ringkus Dua Pengedar, 68 Paket Sabu Disita
    16 Besarnya Anggaran Operasional DLHK Pekanbaru Picu Pertanyaan soal Efektivitas Layanan Sampah
    17 Edward Hiariej Tegaskan Pancasila Tak Boleh Mandek Jadi Teori di Atas Kertas
    18 Bersama TNI dan Polri, Lapas Pekanbaru Gencarkan Razia Kamar Hunian Warga Binaan
    19 Negeri Seribu Suluk Harumkan Nama Riau Lewat Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah
    20 Dugaan Suap dan Tambang Ilegal dalam Kasus PT QSS, Saut Minta Penegakan Hukum Menyeluruh
    21 Wabup Kampar Hadiri Penyembelihan Kerbau Kurban di Kantor PWI Kampar
    22 Ketua Komisi III DPR: Penggunaan APBN untuk Kurban Presiden Tidak Salah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © tiraskita.com