Rabu, 30 09 2020  
 
LAWAN KORUPSI
Tokoh LAM Riau Minta Penegak Hukum Usut Dugaan Korupsi Di UIN Suska Demi Kepastian Hukum

Riswan L | Riau
Senin, 13 Juli 2020 - 12:29:52 WIB
PEKANBARU, Tiraskita.com –  Merebaknya kabar tentang dugaan mega korupsi di UIN Suska Riau beberapa waktu lalu, ternyata belum menyurutkan persoalan yang menyangkut keuangan Negara bernilai puluhan Miliar berdasarkan temuan BPK RI di UIN Suska Riau.

Terakhir kali muncul pemberitaan di beberapa media online melansir bahwa Kejaksaan Tinggi Riau melalui Aspidsus Sempat membidik dugaan skandal korupsi tersebut, namun berdasarkan Konfirmasi terakhir oleh awak media ini kepada kejaksaan tinggi Riau melalui kasi penkum Kejati Riau, Muspidauan, S.H.,M.H, mengatakan pihaknya belum lakukan proses hukum, melainkan masih sekedar koordinasi dengan pihak BPK.

,”Kita belum proses hukum, kemarin itu kita masih pada tahap koordinasi denagn pihak BPK, terkait temuan 42 Miliar itu,” kata Muspidauan kepada awak media.

Belakangan kabar terkait dugaan skandal korupsi itu sepi dari pemberitaan media, hal itu pun mengundang pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk penggiat anti korupsi di Riau. Namun ternyata dugaan skandal keuangan di UIN Suska tak hanya soal temuan BPK RI dengan nilai Rp. 42 Miliar, melainkan ada sejumlah temuan lainya, yakni sebesar Rp. 207 juta rupiah dan 6,7 Miliar rupiah dan sejumlah dugaan pelanggaran disiplin ASN oleh Rektor UIN Suska Riau, serta dikabarkan adanya dugaan intimidasi terhadap pegawai UIN yang diperiksa diruang injen kementerian Agama sebagaimana didapati dalam sebuah surat aduan pihak Forum Dosen UIN Suska Riau baru-baru ini kepada kementerian Agama RI, yang hingga kini belum diketahui oleh publik seperti apa proses hukum yang berjalan.

Terkait temuan BPK RI tersebut dan kebenaran informasi sebagaimana tertulis dalam copy lembaran surat aduan forum dosen UIN Suska Riau, awak media ini telah melayangkan surat konfirmasi kepada Rektor UIN Suska Riau melaui bagian umum kantor UIN Suska Riau, yang diterima oleh salah satu pegawai pada tanggal 7/7/2020 lalu, namun hingga kini redaksi media belum menerima tanggapan, bahkan berkali-kali awak media ini mencoba Konfirmasi melalui telepon seluler Rektor UIN Suska Riau, Prof. Mujahidin, tetapi tidak diterima.

Selain itu kabarnya masih di UIN Suska Riau, adanya “prahara” dalam soal tranparansi anggaran dana kampus ( Diskon Uang Kuliah ) yang belakangan sempat viral, dimana sejumlah mahasiswa mendatangi ruang kerja Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Mujahidin, S.Ag.,M.Ag untuk meminta penjelasan kepada mahasiswa terkait informasi penggunaan anggaran bantuan tersebut. Bahkan kabarnya lagi, adanya rapat-rapat ditingkat dosen yang dilakukan secara tidak lazim alias dirasa janggal karena bersifat mendadak, sehingga memunculkan pertanyaan.

Ada lagi hal yang membuat pemandangan terlihat angker di lingkungan kampus UIN Suska Riau, dimana oleh awak media ini ditemukan dua bangunan besar, satu bangunan, yakni Mesjid Kampus, yang dibangun sejak tahun 2012 lalu, hingga kini terus mangkrak dan tidak diketahui bagaimana selanjutnya, terkait pertanggungjawaban kegiatan, karena hingga kini tidak ada progres pembangunan. Sementara bangunan kedua, Gedung Laboratorium UIN Suska Riau, yang dibangun pada tahun 2018 lalu, hingga kini masih tampak kosong dan terkesan tidak terawat karena sebagian areal telah dipenuhi rerumputan.

,”Di UIN Suska Riau saat ini begitu banyak sengkarut Permasalahan, selain temuan BPK RI terkait dugaan penyimpangan penggunaan anggaran, ada lagi soal rapat-rapat yang terlihat tidak lazim, dan janggal, semua serba mendadak, belum lagi soal bangunan-bangunan yang mangkrak yang sampai saat ini belum terselesaikan ujung pangkalnya,” kata salah satu oknum UIN yang tidak bersedia menyebutkan namanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh tokoh Lembaga Adat Melayu Riau ( LAM ) Riau, yakni Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat ( MKA ) LAM Riau, Datuk Seri H. Al Azhar, menjawab pertanyaan awak media ini, Al Azhar menguraikan pandanganya, bahwa terkait penggunaan anggaran keuangan Negara harus di usut secara hukum oleh penegak hukum.

,”Ihwal pengelolaan keuangan itu, ranah hukum positif. Norma dan ketentuannya sudah diatur oleh peraturan perundang-undangan di republik ini. Jadi, ikuti saja itu,” tulis Al Azhar melalui akun WA.

Menurut Al azhar, penegak hukum diminta cepat dan serius dalam penanganan dugaan kasus yang sempat heboh di UIN Suska Riau.

,”Dalam pandangan saya, semakin cepat isu itu ditangani oleh pihak berwenang, dengan saluran dan aturan yang ada, akan semakin baik bagi semua pihak. Kalau dibiarkan berlama-lama, maka isu itu akan beranak-pinak, dalam bentuk kecurigaan dan dugaan-dugaan yang rentan memarakkan fitnah,” Ujarnya.

Untuk menanggapi situasi ketidak kondusifan di lingkungan UIN Suska Riau belakangan ini, Al Azhar dengan bijak memberikan wejangannya.

,”Kondusifitas di suatu lembaga hanya akan wujud bila para pemangku kepentingan saling percaya satu sama lain. Salah satu cara membangun suasana saling percaya itu adalah transparansi dan akuntabilitas,” Tulis Al Azhar.

Jika dicermati pandangan Al Azhar, ia sangat setuju bahwa semua hal harus diselesaikan secara proporsional dan profesional agar ending dari semua Permasalahan yang ada, khusunya di UIN Suska Riau dapat segera berakhir dengan kepastian hukum dan bertanggung jawab.

,”Jadi, isu-isu seputar tatakelola lembaga itu, lebih-lebih yang berkaitan dengan uang, harus diurai, dibuat terang-benderang. Menurut saya, yang terpenting adalah kepastian hukum. Caranya sederhana. Berdayakan aturan yang ada oleh penegak hukum. Kalau ada penyalahgunaan, tindak. Kalau tidak ada penyimpangan, umumkan; habis perkara,” pungkasnya.***

Sumber : Fokusberitanasional


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Wagub Jabar Hentikan Kegiatan Belajar Tatap Muka di Pesantren Husnul Khotimah
  • Wali Kota Pekanbaru : 500 RW Lagi Retribusi Sampah Belum Optimal dan Terpantau
  • Nenek 'Luna Maya' Nikahi Berondong yang Baru Kenal 3 Hari, Ternyata si Nenek Sudah 20 Kali Menikah
  • Pengakuan Nikita Mirzani soal Orgasme 11 Kali
  • Ridwan Kamil Apresiasi 7 Daerah Pencapai Target WHO Dalam Uji Covid-19 Melalui Tes PCR
  • 169 Advokad PERADI Diambil Sumpah Oleh Pengadilan Tinggi Pekanbaru
  • Rabu, DPRD Pekanbaru Jadwalkan Ketuk Palu APBD Perubahan 2020
  • Yasonna Siap Hadapi Tommy di PTUN soal Berkarya Muchdi Pr
  • Ahok Resmi Cabut Laporan Pencemaran Nama Baik di Polda Metro
  •  
     
     
    Jumat, 01 Mei 2020 - 15:46:32 WIB
    LAWAN COVID-19
    Kodim 0303 Bengkalis Bagikan Sembako Setiap Hari Jumat, Selama Wabah Covid-19
    Senin, 02 Maret 2020 - 12:33:33 WIB
    Rp25 Juta Per Hektare, Petani di Riau Diminta Kelola Sendiri Dana Replanting
    Sabtu, 01 Agustus 2020 - 11:36:34 WIB
    Menuju Lumajang, Jalan Tol Banyak Tambalan (1)
    Jumat, 01 Mei 2020 - 08:25:07 WIB
    LAWAN COVID-19
    Ketua Garuda DPD Garuda Sakti -LAI Provinsi JABAR Henny H Latuheru Himbau Semua Pihak
    Jumat, 01 Mei 2020 - 20:33:47 WIB
    NARKOTIKA
    Tiga Warga Binaan Edarkan Narkoba di Lapas Bangkinang
    Jumat, 14 Agustus 2020 - 22:22:24 WIB
    Dengan Hati Bersih, Tulus dan Ikhlas Kami Siap Menjaga Ibu Pertiwi
    Sabtu, 13 Juni 2020 - 15:45:32 WIB
    Rangka Mepertahankan Juara Umum Dalam Pekan Olahraga Provinsi Riau
    Ramah Tamah Dan Halal Bihalal Keluarga Besar KONI Kabupaten Bengkalis
    Senin, 03 Agustus 2020 - 13:03:21 WIB
    Idul Adha 1441 H
    Sekda Kampar Ikut Lakukan Proses Pemotongan Hewan Qurban di Mesjid Miftahul Jannah
    Kamis, 23 Juli 2020 - 08:16:56 WIB
    FPK Riau Audiensi dengan Kadisbud Riau Bahas Kerjasama Bidang Kebudayaan
    Jumat, 12 Juni 2020 - 18:39:56 WIB
    Kolonel Rimbo Kapok Sahli Pangdam IV/Diponegoro
    Jumat, 13 Maret 2020 - 19:38:39 WIB
    Gelar Aksi di LAMR Riau, 9 Ketua DPH LAMR Kecamatan Sekota Pekanbaru Minta LAM Riau Batalkan Musda L
    Jumat, 13 Maret 2020 - 15:19:18 WIB
    Konfirmasi Media Tidak Dibalas
    32 Miliar Dana DAK Pemko Pekanbaru Dipertanyakan
    Sabtu, 06 Juni 2020 - 00:08:57 WIB
    Danramil 03/Idanogawo Berharap Penggunaan BLT-ADD Dapat Meringankan Beban Ekonomi Masyarakat
    Jumat, 13 Maret 2020 - 10:50:25 WIB
    Apakah Terdakwa Akan Dikenakan Sanksi Terberat?
    Direktur Dan Askep PT. Tesso Indah Jadi Terdakwa Kasus Karhutla
    Selasa, 07 April 2020 - 10:15:50 WIB
    JUMLAH PASIEN PDP BERTAMBAH
    HM Wardan, Meminta Agar Warganya Tetap Tenang
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved