<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Pilkada Depok, Wali Kota Vs Wakil yang Pecah Kongsi
Rabu, 23 September 2020 - 15:47:33 WIB

TERKAIT:
 
  • Pilkada Depok, Wali Kota Vs Wakil yang Pecah Kongsi
  •  

    Jakarta | Tiraskita.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan Mohammad Idris-Imam Budihartono (IBH) dan Pradi Supriatna-Afifah Alia sebagai dua pasangan calon yang akan berlaga di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok.

    Pilkada Depok kali ini diwarnai pecah kongsi antara sesama petahana. Sebab, Idris saat ini merupakan Wali Kota Depok, sedangkan Pradi menjabat sebagai Wakil Wali Kota Depok.

    Idris-Imam resmi maju sebagai bakal pasangan calon usai mendapat dukungan dari tiga partai politik di DPRD, yakni PKS, Demokrat, dan PPP dengan total 17 kursi.

    Idris sendiri merupakan kader PKS sejak ia kali pertama maju bersama Pradi di Pilkada 2015 sebelumnya dan terpilih.

    Ia sempat menjadi dosen di Universitas Islam Negeri (UIN), Syarif Hidayatullah Jakarta selama 12 tahun sampai 2010. Kemudian menjadi Wakil Wali Kota Depok mendampingi Nur Mahmudi Ismail di periode keduanya yang menjabat sejak 2006.

    Imam Budihartono, pendamping Idris, adalah kader PKS tulen. Sejak 1999, Imam telah tercatat sebagai kader PKS saat menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS di DPRD Kota Depok.

    Mulai 2004, karir Imam sebagai anggota parlemen kemudian naik ke tingkat Provinsi. Terakhir, pada 2019, Imam adalah Ketua Komisi IV Bidang Pembangunan di DPRD Jawa Barat.


    Pradi-Afifah

    Pradi-Afifah total diusung oleh enam partai di DPRD Kota Depok dengan total 32 kursi. Keenam partai yakni, Gerindra, PDI-P, Golkar, PSI, PKB, dan PAN.

    Pradi adalah kader Gerindra sejak diusung menjadi pendamping Idris pada 2015 sebagi Wakil Wali Kota Depok. Saat ini, Pradi tercatat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Gerindra Kota Depok.

    Sedangkan wakilnya, Afifah adalah kader PDI-P tulen. Ia sempat maju di Pemilihan Legislatif DPR RI pada 2019 mewakili PDI-P dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat IX, yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, dan Subang. Namun, gagal mendapat kursi DPR.

    Profil Depok

    Kota ini berdiri sebagai kota administratif pada 1981. Kemudian pada 1999, Depok ditetapkan sebagai kota madya. Jumlah penduduk mencapai 2.406.826 jiwa pada 2019.

    Islam menjadi agama mayoritas penduduk Kota Depok. Tercatat ada 1.727.613 orang beragama Islam.

    Di sisi ekonomi, Depok memiliki pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 1,059 triliun di 2018. Jumlah PAD Depok naik di 2019 hingga Rp1,54 triliun. Sementara di 2020, PAD Depok diprediksi turun 25 persen dari target Rp1,027 triliun karena pandemi Covid-19.

    BPS Kota Depok juga mencatat penduduk kota ini paling banyak bekerja di sektor perdagangan, rumah makan, hotel, dan restoran 31,92 persen. Disusul sektor jasa kemasyarakatan, sosial, dan layanan personal sebanyak 17,53 persen serta industri pengolahan 13,43 persen.

    Peta Politik

    Setelah menjadi kota madya, Kota Depok dipimpin oleh wali kota Badrul Kamal. Kader Partai Golkar itu menjabat pada 2000 hingga 2005.

    Namun dominasi Golkar tak bertahan lama. PKS dengan jagoannya, Nur Mahmudi, berhasil menggeser Badrul dari kursi kekuasaan. Bahkan Nur Mahmudi menjabat selama dua periode.

    Cengkeraman PKS di Kota Depok berlanjut di Pilkada Serentak 2015. Kala itu PKS menggandeng Gerindra untuk mengusung Idris-Pradi. Hasilnya, dominasi PKS di Depok kian berlanjut.

    Di parlemen Kota Depok, PKS juga mendominasi. Pada Pemilu 2019, PKS jadi partai dengan perolehan kursi terbanyak. Mereka meraih 11 dari 50 kursi DPRD Kota Depok.

    Di Pilpres 2019, Prabowo-Sandi yang diusung PKS, Gerindra, PAN, dan Demokrat meraup 618.527 suara atau 57 persen suara sah. Sementara Jokowi-Ma'ruf hanya 464.472 atau 43 persen suara sah.

    Meski begitu, ada pergeseran peta politik di Kota Depok jelang Pilkada Serentak 2020. PKS tak lagi mesra berkoalisi dengan Partai Gerindra.

    Kini PKS menggandeng PPP dan Demokrat untuk mengusung Idris-Imam Budi Hartono. Idris-Imam cuma punya modal 17 kursi di parlemen Depok.

    Sementara Partai Gerindra kini berhasil membentuk koalisi gemuk untuk mengusung Pradi-Afifah. Bersama PDIP, Golkar, PAN, PKB, dan PSI, Gerindra mengumpulkan 33 kursi untuk modal pasangan itu.

    Sumber : Cnnindonesia.com



     
    Berita Lainnya :
  • Wako Agung dan Wawako Markarius Pimpin Gotong Royong Bersihkan Jalan Arifin Achmad
  • Kejari Rohul Pulihkan Kerugian Negara Rp862 Juta dari Kasus Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Ujung Batu
  • Mendagri: BUMD Sehat Harus Efisien, Profesional, dan Berorientasi pada Kinerja
  • Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS
  • Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Wako Agung dan Wawako Markarius Pimpin Gotong Royong Bersihkan Jalan Arifin Achmad
    02 Kejari Rohul Pulihkan Kerugian Negara Rp862 Juta dari Kasus Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Ujung Batu
    03 Mendagri: BUMD Sehat Harus Efisien, Profesional, dan Berorientasi pada Kinerja
    04 Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS
    05 Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
    06 Direksi BUMD dan Tokoh Masyarakat Hadiri Sidang Abdul Wahid yang Hadirkan SF Hariyanto
    07 Kejagung Geledah Kantor BGN dan Periksa Dadan Hindayana Sejak Dini Hari
    08 Pelapor Desak Kejari Gunungsitoli Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSP Lologolu Rp9,77 Miliar
    09 DPR Soroti Rencana Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah, Minta Kajian Mendalam
    10 Agung Nugroho Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak sebagai Kado HUT Pekanbaru ke-242
    11 Polresta Pekanbaru Ungkap Dugaan Penipuan Haji Mujamalah, Dua Orang Diamankan
    12 PT SBP Minta Polisi Usut Kemunculan Ekskavator Usai Penyerangan Karyawan di Lokasi
    13 Seleksi JPT Pratama 2026, Pemko Gunungsitoli Targetkan Pemimpin OPD Berkualitas
    14 Praktik Uang Bangku hingga Titipan Murid Masih Ditemukan dalam SPMB
    15 Satres Narkoba Polres Dumai Ringkus Dua Pengedar, 68 Paket Sabu Disita
    16 Besarnya Anggaran Operasional DLHK Pekanbaru Picu Pertanyaan soal Efektivitas Layanan Sampah
    17 Edward Hiariej Tegaskan Pancasila Tak Boleh Mandek Jadi Teori di Atas Kertas
    18 Bersama TNI dan Polri, Lapas Pekanbaru Gencarkan Razia Kamar Hunian Warga Binaan
    19 Negeri Seribu Suluk Harumkan Nama Riau Lewat Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah
    20 Dugaan Suap dan Tambang Ilegal dalam Kasus PT QSS, Saut Minta Penegakan Hukum Menyeluruh
    21 Wabup Kampar Hadiri Penyembelihan Kerbau Kurban di Kantor PWI Kampar
    22 Ketua Komisi III DPR: Penggunaan APBN untuk Kurban Presiden Tidak Salah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © tiraskita.com