<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
BERTEMU DELEGASI FAO, MENTERI EDHY BEBERKAN POTENSI PENGEMBANGAN PAKAN ALTERNATIF
Selasa, 14 Januari 2020 - 19:18:10 WIB

TERKAIT:
 
  • BERTEMU DELEGASI FAO, MENTERI EDHY BEBERKAN POTENSI PENGEMBANGAN PAKAN ALTERNATIF
  •  

    JAKARTA,Tiraßkita.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendorong inovasi penggunaan pakan alternatif untuk budidaya ikan menggunakan Maggot atau yang dikenal dengan Black Soldier Fly (BSF). Maggot adalah serangga pemakan bahan organik, sehingga protein serangga ini berkualitas tinggi dan menjadi sumber protein yang baik bagi ikan.

    "Maggot ini memakan sayuran, limbah rumah tangga, limbah restoran, dia bisa mengurai sampah organik," kata Menteri Edhy saat menerima perwakilan Organisasi PBB untuk Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture  Organization/FAO) di Indonesia, Stephen Rudgard, di Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (13/1).

    Menteri Edhy menjelaskan, kemampuan maggot mengurai sampah organik dalam waktu 14 sampai 20 hari sangat berpotensi bagi pengembangan ekonomi berbasis laut atau ekonomi biru. Inovasi penggunaan pakan alternatif dengan memanfaatkan limbah rumah tangga dan restoran untuk memproduksi maggot ini telah dikembangkan sekelompok warga di Kabupaten Garut. "Inovasi penggunaan pakan ikan alternatif semacam ini harus kita dukung," kata Menteri Edhy.

    Sementara itu, Mr Stephen Rudgard mengatakan, FAO akan mendukung pemerintah Indonesia sesuai dengan perannya untuk mengembangkan program perikanan Indonesia, termasuk berbagi pengetahuan dan akses teknologi dan praktik yang baik termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia. 

    Kepada Menteri Edhy, Stephen Rudgard juga memaparkan ruang lingkup kegiatan kerja sama yang ditangani oleh FAO Indonesia bersama KKP, yakni: a) Pengembangan pengelolaan perairan umum daratan yaitu pengembangan budidaya spesies belida, arwana dan sidat;  b) Pengelolaan perikanan tangkap berdasarkan prinsip Ecosystem Approach Fisheries Management (EAFM); c) Peningkatan penanganan dan pengendalian penyakit ikan, dengan mengembangkan  antimicrobial resistance; d) Rantai nilai produk perikanan dengan peningkatan ketelusuran produk perikanan (traceablity) dan sertifikasi produk perikanan untuk meningkatkan daya saing produk ekspor perikanan.
     
    Stephen juga menjelaskan dukungan FAO Indonesia terhadap implementasi Port State Measures Agreement (PSMA). Kegiatan itu diimplementasikan dalam bentuk kerja sama Proyek Hibah Luar Negeri (PHLN). Menurut Stephen, saat ini terdapat empat proyek FAO yang sedang berjalan di KKP dan tiga rencana proyek yang akan dilaksanakan dan masih dalam pembahasan.

    Empat proyek yang telah berjalan adalah: a) Mainstreaming Biodiversity Conservation and Sustainable Use Into Inland Fisheries Practices in Freshwater Ecosystems of High Conservation Value (2017-2021); b) Enabling Transboundary Cooperation for Sustainable Management of the Indonesia Seas (ISLME) (2017-2021); c) Development Effective and Inclusive Food Value Chains in ASEAN Member States (2017-2020); dan d) Supporting Local Feed Self-Sufficiency for Inland  Aquacultre  in Indonesia (2017-2019).

    Dr. Muh Lukman, National Project Officer Program ISLME FAO yang turut hadir mendampingi Stephen menambahkan, pihaknya sangat menyambut baik langkah KKP yang mendorong pengembangan potensi ekonomi biru, salah satunya dengan membantu nelayan maupun pembudidaya ikan mengembangkan pakan alternatif menggunakan maggot.

    "FAO akan mencoba mendorong inisiasi-inisiasi seperti ini dan mendukung program-program KKP,"  kata Lukman.

    Sebagai informasi, komponen pakan memang menempati porsi tertinggi dalam budidaya ikan. Berkisar hingga 60% dari total biaya produksi. Guna menurunkan biaya pakan tersebut KKP mendorong pemenuhan kebutuhan bahan baku lokal melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI).

    Salah satu inovasi yang mendukung GERPARI tersebut adalah riset penyediaan bahan baku pakan ikan alternatif dari maggot Black Soldier Fly (BSF) yang dihasilkan dari proses biokonversi limbah organik. Inovasi ini merupakan hasil riset Dr. Melta Rini Fahmi, Peneliti Balai Riset Budidaya Ikan Hias yang telah dimulai sejak tahun 2005 yang lalu.

    Maggot yang dihasilkan akan merombak, mengektrasi serta mengkonvensi nutrien yang masih tersimpan di dalam limbah organik sehingga akan didapatkan nutrien dalam bentuk yang baru, yakni pupuk organik dan maggot sendiri yang dimanfaatkan baik sebagai pakan ikan maupun bahan baku pakan ikan. Pada uji coba di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, ikan koi yang diberi pakan maggot memijah 4 kali dalam periode yang sama dibanding dengan ikan yang diberi pakan pelet.

    Biokonversi menggunakan maggot memiliki keuntungan dapat dilaksanakan dengan investasi  yang rendah, dimana dalam memproduksi magot ini tidak membutuhkan air, listrik, bahan kimia, serta dapat menggunakan infrastruktur yang sederhana.


    (Agung Tri Prasetyo/ Kepala Biro Humas dan KLN)



     
    Berita Lainnya :
  • Pemkot Cimahi: Literasi Keuangan Menjadi Salah Satu Fondasi Penting Dalam Membangun Masyarakat
  • Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dengan Orientasi Destinasi Wisata
  • Ngatiyana : Capaian Indeks RB Kota Cimahi Pada Tahun 2025 Mencapai Nilai 89,64 Tempati Peringkat Ke 7
  • Hari Kebangkitan Nasional Pemerintah Kota Cimahi Sebagai Pengingat Pentingnya Memperkuat Semangat Persatuan, Disiplin
  • Pecahkan Beberapa Masalah Sampah : Pemkot Cimahi Apresiasi Program ISWMP. Dalam Pengelolaan Sampah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Pemkot Cimahi: Literasi Keuangan Menjadi Salah Satu Fondasi Penting Dalam Membangun Masyarakat
    02 Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dengan Orientasi Destinasi Wisata
    03 Ngatiyana : Capaian Indeks RB Kota Cimahi Pada Tahun 2025 Mencapai Nilai 89,64 Tempati Peringkat Ke 7
    04 Hari Kebangkitan Nasional Pemerintah Kota Cimahi Sebagai Pengingat Pentingnya Memperkuat Semangat Persatuan, Disiplin
    05 Pecahkan Beberapa Masalah Sampah : Pemkot Cimahi Apresiasi Program ISWMP. Dalam Pengelolaan Sampah
    06 Ayah dan Anak Ditusuk OTK di Warung Kelapa Jalan Hangtuah Pekanbaru, Polisi Buru Pelaku
    07 Memasuki Usia Seperempat Abad, Kota Cimahi Terus Menunjukkan Transformasi Sebagai Kota Yang Adaptif, Dan Produktif
    08 Pemerintah Kota Cimahi Resmi Meluncurkan Car Free Day (CFD) Kota Cimahi Tahun 2026
    09 Pemkot Cimahi: Rumah Ibadah Tidak Hanya Berfungsi Sebagai Tempat Menjalankan Aktivitas Keagamaan
    10 Walikota Bandung Muhammad Farhan Dukung Kegiatan Konfrensi Lima Tahunan PWI Jabar
    11 Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Usung Tema "Saatnya Bekerja Untuk Iklim"
    12 Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Tegaskan Pentingnya penyelenggaraan statistik sektoral di Kota Cimahi.
    13 Wako Agung dan Wawako Markarius Pimpin Gotong Royong Bersihkan Jalan Arifin Achmad
    14 Kejari Rohul Pulihkan Kerugian Negara Rp862 Juta dari Kasus Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Ujung Batu
    15 Mendagri: BUMD Sehat Harus Efisien, Profesional, dan Berorientasi pada Kinerja
    16 Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS
    17 Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
    18 Direksi BUMD dan Tokoh Masyarakat Hadiri Sidang Abdul Wahid yang Hadirkan SF Hariyanto
    19 Kejagung Geledah Kantor BGN dan Periksa Dadan Hindayana Sejak Dini Hari
    20 Pelapor Desak Kejari Gunungsitoli Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSP Lologolu Rp9,77 Miliar
    21 Agung Nugroho Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak sebagai Kado HUT Pekanbaru ke-242
    22 Polresta Pekanbaru Ungkap Dugaan Penipuan Haji Mujamalah, Dua Orang Diamankan
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © tiraskita.com