<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Jokowi Ahok Basmi Mafia Migas Sembari Buktikan Solar Tak Lagi Impor
Sabtu, 13 Juni 2020 - 16:05:53 WIB

TERKAIT:
 
  • Jokowi Ahok Basmi Mafia Migas Sembari Buktikan Solar Tak Lagi Impor
  •  

    Jakarta, Tiraskita.com – Mulai awal tahun 2020, Pertamina diberikan mandat oleh Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Tak lain untuk mengimplementasikan B30. Implementasi bisa terlaksana dengan adanya sinergi satu sama lain.

    Diantaranya Presiden Jokowi didampingi  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan jajaran direksi lainnya.

    Peresmian implementasi program biodiesel 30% (B30) dilaksanakan di SPBU COCO Pertamina MT Haryono pada 23 Desember 2019. Menjadi yang pertama di dunia. B30 diproses dengan mencampur solar dengan olahan kelapa sawit.

    Sebelumnya, uji coba implementasi program B30 sudah dilakukan sejak November 2019. Yaitu ada di delapan titik pencampuran (Terminal BBM dan kilang Pertamina). B30 merupakan bahan bakar biosolar dengan kandungan 30% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) atau minyak nabati dari kelapa sawit. Aplikasi B30 akan bertahap sampai nantinya bisa ke B100.

    Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri

    Lantaran memang harus memanfaatkan industry kelapa sawit. Selama dua tahun belakangan, Pertamina dan kilangnya dinilai mampu menjalankan mandatori B20. Pencampuran Biosolar B30 dilakukan di 28 titik pencampuran. Yaitu Medan, Dumai, Siak, TLK Kabung, Plaju, Panjang, Tanjung Gerem, Bandung Group, Tanjung Uban, Jakarta Group, Cikampek, Balongan, Tasikmalaya Group, Cilacap Group, Semarang Group, Tanjung Wangi, Surabaya, Tuban, Boyolali, Rewulu, Bitung, Balikpapan Group, Kasim, Kotabaru Group, Makassar, Manggis, Kupang, dan STS Pontianak.

    Selain ramah lingkungan, implementasi B30 memiliki banyak manfaat. Yaitu pengurangan emisi gas rumah kaca sangat baik untuk lingkungan. Biosolar B30 juga meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan yang otomatis menurunkan penggunaan energi berbasis fosil. Implementasi B30 menghemat devisa sebesar Rp 63 triliun.

    Berarti membantu meningkatkan perekonomian Indonesia melalui pengurangan volume impor solar. Penggunaan biosolar B30 juga akan meningkatkan performa mesin. FAME yang bersifat detergency akan mampu membersihkan mesin kendaraan maupun mesin industri lebih baik. B30 juga meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Menjaga keberlangsungan industri sawit dalam negeri sebagai penyedia bahan baku dan produsen FAME. Berimbas pada peningkatkan kesejahteraan petani sawit.

    Begitu bergemingnya pemerintah Indonesia melalui Presiden Jokowi beserta jajaran dan juga Ahok bersama jajaran Pertamina akan implementasi. Menteri BUMN Erick Thohir pun sangat mendukung. Dinilai sangat bagus dengan adanya B30. 48 persen daripada all oil akan terserap. Terlebih Ahok sangat antusias dengan mewujudkan keinginan besar Presiden Jokowi. Bahwasanya mengurangi hingga tidak lagi impor solar.

    Gambar mungkin berisi: 2 orang, pakaian
    Sejak diterapkan B30, Indonesia sudah tidak lagi impor solar. Namun tidak akan usai sampai disini. Tentu saja dengan demikian perlahan akan mulai menggerus mafia didalam lingkungan migas. Pasalnya keuntungan para mafia migas didapat dari banyaknya impor. Ada oknum yang membuat Indonesia terus membuka keran impor minyak alias mafia migas. Banyak investor yang bersedia untuk membangun kilang di Indonesia. Mulai dari Saudi Aramco, Rosneft Oil Company hingga Overseas Oil & Gas (OOG).Tapi prosesnya berjalan sangat lambat.

    Pembangunan kilang minyak pun mangkrak bertahun – tahun. Diduga ada kesengajaan untuk membuat rencana investasi pembangunan kilang tak berjalan mulus. Tujuannya agar Indonesia gagal memiliki kilang minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal demikian justru diungkapkan oleh Presiden Jokowi pada 31 Desember 2019. Tentu saja sebelum Pertamina dipimpin Ahok.***

    Sumber:NAWACITAPOST



     
    Berita Lainnya :
  • Wako Agung dan Wawako Markarius Pimpin Gotong Royong Bersihkan Jalan Arifin Achmad
  • Kejari Rohul Pulihkan Kerugian Negara Rp862 Juta dari Kasus Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Ujung Batu
  • Mendagri: BUMD Sehat Harus Efisien, Profesional, dan Berorientasi pada Kinerja
  • Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS
  • Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Wako Agung dan Wawako Markarius Pimpin Gotong Royong Bersihkan Jalan Arifin Achmad
    02 Kejari Rohul Pulihkan Kerugian Negara Rp862 Juta dari Kasus Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Ujung Batu
    03 Mendagri: BUMD Sehat Harus Efisien, Profesional, dan Berorientasi pada Kinerja
    04 Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS
    05 Menkum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Eks Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
    06 Direksi BUMD dan Tokoh Masyarakat Hadiri Sidang Abdul Wahid yang Hadirkan SF Hariyanto
    07 Kejagung Geledah Kantor BGN dan Periksa Dadan Hindayana Sejak Dini Hari
    08 Pelapor Desak Kejari Gunungsitoli Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSP Lologolu Rp9,77 Miliar
    09 DPR Soroti Rencana Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah, Minta Kajian Mendalam
    10 Agung Nugroho Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak sebagai Kado HUT Pekanbaru ke-242
    11 Polresta Pekanbaru Ungkap Dugaan Penipuan Haji Mujamalah, Dua Orang Diamankan
    12 PT SBP Minta Polisi Usut Kemunculan Ekskavator Usai Penyerangan Karyawan di Lokasi
    13 Seleksi JPT Pratama 2026, Pemko Gunungsitoli Targetkan Pemimpin OPD Berkualitas
    14 Praktik Uang Bangku hingga Titipan Murid Masih Ditemukan dalam SPMB
    15 Satres Narkoba Polres Dumai Ringkus Dua Pengedar, 68 Paket Sabu Disita
    16 Besarnya Anggaran Operasional DLHK Pekanbaru Picu Pertanyaan soal Efektivitas Layanan Sampah
    17 Edward Hiariej Tegaskan Pancasila Tak Boleh Mandek Jadi Teori di Atas Kertas
    18 Bersama TNI dan Polri, Lapas Pekanbaru Gencarkan Razia Kamar Hunian Warga Binaan
    19 Negeri Seribu Suluk Harumkan Nama Riau Lewat Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah
    20 Dugaan Suap dan Tambang Ilegal dalam Kasus PT QSS, Saut Minta Penegakan Hukum Menyeluruh
    21 Wabup Kampar Hadiri Penyembelihan Kerbau Kurban di Kantor PWI Kampar
    22 Ketua Komisi III DPR: Penggunaan APBN untuk Kurban Presiden Tidak Salah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © tiraskita.com