Minggu, 11 April 2021  
 
Lawan Mafia Asap
Hangus Terbakar Seluas 83 Ha, Jikalahari Laporkan PT Arara Abadi ke Polda Riau

Rahmad Gea | Pemkab Pelalawan
Kamis, 16 Juli 2020 - 00:34:11 WIB

Pelalawan | Tiraskita.com - Sebagaimana yang pernah disampaikan kordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) Made Ali SH kepada media beberapa hari lalu bahwa Jikalahari akan melaporkan PT Arara Abadi (PT AA) menjadi kenyataan.

Hari ini, Rabu (15/07/2020) Jikalahari melaporkan PT Arara Abadi Distrik Sorek ke Polda Riau terkait dugaan tindak pidana lingkungan hidup dan kehutanan karena telah melanggar Pasal 98 Ayat (1) UU No 32/2019 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam keterangannya, Wakil Koordinator Jikalahari, Okto Yugo Setyo mengatakan PT AA sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, merujuk pada PP No 4 Tahun 2001 tentang Pengendalian dan atau Pencemaran lingkungan Hidup yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan.

"Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp 3.000.000.000,00 dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00", katanya.

Dijelaskan Okto, areal PT AA terbakar sejak tanggal 28 Juni 2020 seluas 83 hektar berdasarkan hitungan Citra Sentinel 2. Hasil investigasi Jikalahari berdasarkan foto tim Manggala Agni yang sedang memadamkan api diatas lahan gambut pada titik kordinat 0,22216, 102, 25674 yang dioverlay dengan peta IUPHHK-HT menemukan lokasi kebakaran berada diareal konsesi PTAA Desa Merbau, Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan.

Kemudian pada 3 Juli 2020, tim ke lokasi terbakar dan melihat asap masih mengepul, sebagian lahan masih terbakar dan tim Manggala Agni, BPBD dan tim RPK PT AA sedang melakukan pendinginan. Lokasi terbakar merupakan lahan yang sudah selesai staking dan siap tanam akasia. Dibeberapa blok ditemukan akasia yang baru ditanam dan tidak terbakar.

"PT AA sengaja membakar untuk ditanami akasia dengan motif mengurangi biaya operasional", Ujar Okto.

Dilanjutkan Okto, disekitar lokasi terbakar tim mendapat informasi asal api dari kebun masyarakat diluar konsesi PT AA. Namun hasil pengamatan tim, jarak antara lokasi kebun masyarakat yang terbakar dengan lokasi yang terbakar diareal PT AA sekitar 680 meter dan tidak ada penghubung api. Artinya tidak mungkin apinya meloncat keareal PT AA.

"Justru areal PT AA sengaja dibakar karena api hanya membakar areal yang sudah distaking dan tidak sampai areal yang sudah ditanam, padahal jaraknya hanya dipisahkan oleh kanal", lanjut Okto.

Selain itu hasil analisis hot spot melalui satelit Terra Aqua-Viirs, hot spot dan kebakaran diluar konsesi lebih dulu terjadi yaitu pada 24 Maret-2 April 2020, sedangkan didalam areal konsesi PT AA hotspot dan kebakaran terjadi pada 28 Juni 2020.

Hasil overlay titik kordinat lokasi kebakaran dengan Peta Indikatif Restorasi Rambut Badan Restorasi Gambut (BRG), areal kebakaran berada pada zona merah yang artinya prioritas restorasi pasca kebakaran 2015-2017 yang harus direstorasi, namun tidak dilakukan restorasi dan kembali terbakar.

Selain mengumpulkan data lapangan, Jikalahari melakukan analisis melalui Citra Satelit Sentinel 2 untuk melihat tutupan lahan dikawasan PT AA, hasilnya : Pertama, pada Januari 2020, areal yang terbakar merupakan hutan alam yang ditumbuhi semak belukar, kedua pada Februari 2020, areal yang terbakar mulai ada pembukaan lahan, ketiga pada Maret sampai dengan Mei 2020, membuka kanal baru dan menambah pembukaan lahan, keempat Juni 2020 terus menambah pembukaan lahan hingga terbakar pada 28 Juni 2020.

Akibat kebakaran seluas 83 ha telah merusak gambut dan lingkungan hidup termasuk melebihi baku mutu ambien udara yang merugikan lingkungan hidup senilai Rp 20.6 Miliar.

"Untuk itu Jikalahari merekomendasikan kepada Polda Riau segera menetapkan PT Arara Abadi sebagai tersangka pelaku pembakaran hutan dan lahan yang mencemari udara, merusak gambut dan lingkungan hidup dan meminta KLHK segera cabut PT Arara Abadi yang terbakar untuk dipulihkan menjadi kawasan fungsi lindung gambut", tandas Okto.( Riauone.com/zai)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Pendaftaran CPNS Sudah Dibuka
  • Cabuli Anak Tirinya, Pelaku Dilaporkan dan Ditangkap Polsek Tapung Hulu
  • Taruna Latsitardanus 41 dan Masyarakat Renovasi Gereja, Masjid dan Rumah
  • Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang akan Mengguyur Riau
  • Tahap Seleksi CPNS 2021: Syarat, Pendaftaran, dan Pengumuman
  • Oknum Pegawai KPK Curi Barang Bukti Emas 1,9 kg
  • Sambut Ramadhan, Bupati Kasmarni Laksanakan Syukuran Dan Doa Bersama
  • Audiensi Bersama Pemkab Bengkalis, MUI Sampaikan Program Kerja
  • Kunker ke Grobogan, Bupati Akan Terapkan SRG di Kampar
  •  
     
     
    Kamis, 28 November 2019 - 16:17:31 WIB
    Terduga Korupsi dan Pencucian Uang
    Kediaman DH Pengusaha Besar Riau di Geledah, Ini Kronologinya
    Jumat, 20 Maret 2020 - 13:11:06 WIB
    Agar Tidak Devisit APBD 2020, Pemda Rohul.Lunasi Tunda Bayar 2019 dan Utamakan Program Prioritas
    Minggu, 05 Juli 2020 - 10:10:04 WIB
    Syukuran Telah Selesai Masa Menanam Padi Dengan Baik
    Wakil Bupati H Darma Wijaya, Hadiri "Pasae Ulaon" Di Desa Hutanauli
    Selasa, 13 Oktober 2020 - 19:17:00 WIB
    Penyakit Masyarakat Berupa Judi Togel Lagi Marak di Siak Hulu Kampar
    Kamis, 03 September 2020 - 13:32:48 WIB
    Proyek PJN II Sumbar Terindikasi Menyimpang, Kontraktornya Dilaporkan
    Jumat, 28 Februari 2020 - 08:09:20 WIB
    Sebaiknya Anak Harus Mengetahui Bahaya Narkoba
    Sabtu, 27 Juni 2020 - 11:43:26 WIB
    BANTUAN SOSIAL
    Kapolres AKBP Indra Wijatmiko Salurkan Bantuan Beras Sebanyak 11 Ton
    Jumat, 15 Mei 2020 - 10:29:31 WIB
    TAJAM KEBAWAH TUMPUL KEATAS
    Bongkar Kasus Korupsi, Wartawan Dijatuhi Hukuman 12 Bulan Penjara
    Rabu, 26 Februari 2020 - 10:14:16 WIB
    Dubes RI di Kairo mendapat penghargaan
    Dubes RI Kairo Terima Penghargaan sebagai Dubes Terbaik dari Majalah Diplomasi Mesir
    Sabtu, 14 November 2020 - 08:14:32 WIB
    Raih Pernghargaan Bergengsi
    Prof. Yasonna Hamonangan Laoly Kembali Mengharumkan Nama Nias
    Rabu, 13 Januari 2021 - 21:05:58 WIB
    Chicco Jerikho Positif COVID-19
    Senin, 18 Mei 2020 - 00:58:00 WIB
    LAWAN COVID-19
    Sekda Siak Video Conference Dengan Sekda Riau Terkait Validasi Data JPS
    Rabu, 16 September 2020 - 07:08:12 WIB
    Penyaluran Mulai September hingga desember 2020
    Baru Terdata 55,2%, Kemdikbud Salurkan Subsidi dengan Skema "Cut Off"
    Selasa, 26 Januari 2021 - 21:43:38 WIB
    Hari Ini 133 Kasus Baru Covid-19 di Riau
    Senin, 08 Maret 2021 - 08:11:28 WIB
    MAKI Sebut Inisial AP Pelaku Pengemplang Pajak Rp.1,7 Triliun
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved