Kamis, 21 Oktober 2021  
 
Presiden Afghanistan Bantah Bawa Kabur Bawa Uang

RL | Internasional
Senin, 23 Agustus 2021 - 13:21:22 WIB

KABUL, TIRASKITA.COM - Kabar Presiden Afghanistan kabur bawa uang ke Uni Emirat Arab (UEA) berhembus kencang. Ashraf Ghani diketahui melarikan diri usai Taliban menguasai ibu kota Kabul.

Diketahui Ghani melarikan diri sesaat Taliban mulai memasuki ibu kota Afghanistan tanpa adanya perlawanan. Laporan Associated Press sebelumnya menyebut Ghani meninggalkan Kabul diam-diam tanpa memberitahu para pemimpin politik lainnya

Kedubes Rusia Sebut Presiden Afghanistan Kabur Bawa Uang

Dilansir Reuters, kaburnya Ghani ke UEA disampaikan Kedubes Rusia. Kedubes Rusia menegaskan pihaknya akan tetap mempertahankan keberadaan diplomatik di Kabul dan berharap untuk mengembangkan hubungan dengan Taliban, meskipun menyatakan tidak akan terburu-buru mengakui mereka sebagai penguasa dan mengamati perilaku mereka.

"Soal kolapsnya rezim (pemerintah Afghanistan), itu paling jelas ditandai oleh cara Ghani melarikan diri dari Afghanistan," sebut juru bicara Kedubes Rusia di Kabul, Nikita Ishchenko, seperti dikutip kantor berita RIA.

"Empat mobil penuh uang, mereka berupaya memasukkan sebagian uang lainnya ke dalam sebuah helikopter, tapi tidak semuanya muat. Dan sejumlah orang dibiarkan tergeletak di landasan," ungkap Ishchenko merujuk pada cara Ghani kabur dari negaranya.

Secara terpisah, perwakilan khusus Presiden Vladimir Putin untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, menyatakan tidak jelas berapa banyak uang yang ditinggalkan pemerintahan Ghani.

"Saya harap pemerintah yang kabur tidak mengambil semua uang dari anggaran negara. Itu akan menjadi dasar anggaran jika ada yang tersisa," sebut Kabulov kepada radio lokal Rusia, Ekho Moskvy.

Bantahan Presiden Afghanistan Kabur Bawa Uang

Dilansir AFP, dalam video pesan pertamanya usai kabur, Ghani membantah tuduhan yang menyebut dirinya mentransfer sejumlah besar uang keluar Afghanistan sebelum pergi ke luar negeri. Dia bahkan hanya membawa baju dan sandal.

"Saya diusir dari Afghanistan sedemikian rupa sehingga saya tidak sempat mencopot sandal dari kaki saya dan memakai sepatu boots saya," tutur Ghani, sembari menekankan bahwa dirinya tiba di UEA 'dengan tangan kosong'.

Dirinya juga menuturkan ingin kembali dan menyatakan dukungan untuk perundingan antara Taliban dengan para pejabat tinggi Afghanistan. Dalam penjelasannya, Ghani kembali menegaskan bahwa dirinya meninggalkan Kabul untuk menghindari pertumpahan darah dan ditampung di UEA atas alasan kemanusiaan.

Ghani mengklaim bahwa Taliban tetap memasuki Kabul meskipun ada kesepakatan untuk tidak melakukannya. "Jika saya tetap tinggal, seorang presiden terpilih Afghanistan akan digantung sekali lagi tepat di depan mata rakyat Afghanistan," ujarnya.

Diketahui bahwa saat Taliban merebut kekuasaan di Kabul tahun 1996 silam, mereka menyeret mantan Presiden Mohammed Najibullah dari kantor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang menjadi tempat dia bersembunyi dan menggantungnya di jalanan umum setelah menyiksanya.

sumber:detik.com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Cerianya Siswa Siswi TK Angkasa, Saat Kunjungi Lanud S Sukani
  • Bangun Sinergitas, Ibrahim Saehaia Bersama Pengurus LAN Kabupaten Bekasi Datangi BLK Kompetensi
  • Laporan Aktivis GAMARI ditanggapi KPK, Aroma Busuk Kasus APBD Provinsi Riau 2014 Akan Menguap
  • Lawan Praktek Suap, Hari Kamis ini Aktivis GAMARI Laporkan Humas dan Proyek Green Forest Residence P
  • Tahun 2021 Polda Riau Tangani 20 Kasus Karhutla
  • Begini Momen Gubernur Riau Cek Perbaikan Jalan Raya Petapahan Kampar
  • Bahas RKURPPAS TA 2022, Komisi I Soroti Perubahan Anggaran Dari Mitra Kerja
  • Komisi II : Sektor Perekonomian Adalah Aktor Utama Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi
  • Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Terima Kunjungan Reses Anggota Komisi III DPR RI
  •  
     
     
    Sabtu, 06 Februari 2021 - 08:52:46 WIB
    2 Pelaku Narkoba Diringkus Resnarkoba Polres Kampar dengan BB 12 Paket Shabu Siap Edar
    Rabu, 06 Januari 2021 - 14:43:15 WIB
    704 Sampel Swab Diperiksa, Hasilnya 160 Positif
    Kamis, 22 Juli 2021 - 10:51:34 WIB
    Yasonna : TKA Asing Tak Bisa Lagi Masuk Indonesia
    Selasa, 31 Agustus 2021 - 16:14:40 WIB
    Komisi V DPRD Jabar Akan Mendorong Pemrov Jabar Dalam Segi Anggaran Guna Sukseskan Vaksinasi
    Rabu, 25 Agustus 2021 - 12:14:41 WIB
    Gubri Serahkan 145 Unit Oxygen Concentrator Ke RSU Se-Riau
    Jumat, 03 September 2021 - 20:45:14 WIB
    Lanud Sugiri Sukani Majalengka Kembali Gelar Serbuan Vaksinasi
    Kamis, 28 Januari 2021 - 20:44:54 WIB
    Sudah Seminggu, PLN di Pangkalan Kerinci Mati Saat Magrib
    Sabtu, 09 Oktober 2021 - 08:45:31 WIB
    49 Sekolah di Riau Terima Penghargaan Sekolah Adiwiyata
    Minggu, 20 September 2020 - 16:55:20 WIB
    Bupati dan Wakil Bupati Simeulue Positif Covid-19
    Jumat, 08 Januari 2021 - 11:51:20 WIB
    Babinsa Koramil 07/Alasa Melaksanakan Komos Dengan Tokoh Masyarakat Desa Ononazara
    Senin, 04 Mei 2020 - 09:55:28 WIB
    LAWAN COVID-19
    Emanuel Zebua Bagikan Ratusan Paket Sembako Kepada Masyarakat
    Kamis, 16 Juli 2020 - 15:40:34 WIB
    Aktivis Lingkungan Hidup Laporkan
    Dugaan Pencemaran Lingkungan Oleh PT. Bayas Biofule
    Senin, 21 Juni 2021 - 18:30:57 WIB
    Dalam Rangka Pendampingan 1 Supervisi Fasilitatif KIA
    Pemkab Tapanuli Tengah Sambut Tim Pelaksana Swakelola FK USU-Kemenkes
    Jumat, 05 Juni 2020 - 14:09:25 WIB
    Danrem 142/Tatag Lepas 14 Orang Prajurit ke Jajaran Korem 142/Tatag
    Rabu, 20 Januari 2021 - 09:16:35 WIB
    Update Covid-19, Positif 167, Sembuh 141, Meninggal 4
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved