Jum'at, 27 Mei 2022  
 
Presiden Afghanistan Bantah Bawa Kabur Bawa Uang

RL | Internasional
Senin, 23 Agustus 2021 - 13:21:22 WIB

KABUL, TIRASKITA.COM - Kabar Presiden Afghanistan kabur bawa uang ke Uni Emirat Arab (UEA) berhembus kencang. Ashraf Ghani diketahui melarikan diri usai Taliban menguasai ibu kota Kabul.

Diketahui Ghani melarikan diri sesaat Taliban mulai memasuki ibu kota Afghanistan tanpa adanya perlawanan. Laporan Associated Press sebelumnya menyebut Ghani meninggalkan Kabul diam-diam tanpa memberitahu para pemimpin politik lainnya

Kedubes Rusia Sebut Presiden Afghanistan Kabur Bawa Uang

Dilansir Reuters, kaburnya Ghani ke UEA disampaikan Kedubes Rusia. Kedubes Rusia menegaskan pihaknya akan tetap mempertahankan keberadaan diplomatik di Kabul dan berharap untuk mengembangkan hubungan dengan Taliban, meskipun menyatakan tidak akan terburu-buru mengakui mereka sebagai penguasa dan mengamati perilaku mereka.

"Soal kolapsnya rezim (pemerintah Afghanistan), itu paling jelas ditandai oleh cara Ghani melarikan diri dari Afghanistan," sebut juru bicara Kedubes Rusia di Kabul, Nikita Ishchenko, seperti dikutip kantor berita RIA.

"Empat mobil penuh uang, mereka berupaya memasukkan sebagian uang lainnya ke dalam sebuah helikopter, tapi tidak semuanya muat. Dan sejumlah orang dibiarkan tergeletak di landasan," ungkap Ishchenko merujuk pada cara Ghani kabur dari negaranya.

Secara terpisah, perwakilan khusus Presiden Vladimir Putin untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, menyatakan tidak jelas berapa banyak uang yang ditinggalkan pemerintahan Ghani.

"Saya harap pemerintah yang kabur tidak mengambil semua uang dari anggaran negara. Itu akan menjadi dasar anggaran jika ada yang tersisa," sebut Kabulov kepada radio lokal Rusia, Ekho Moskvy.

Bantahan Presiden Afghanistan Kabur Bawa Uang

Dilansir AFP, dalam video pesan pertamanya usai kabur, Ghani membantah tuduhan yang menyebut dirinya mentransfer sejumlah besar uang keluar Afghanistan sebelum pergi ke luar negeri. Dia bahkan hanya membawa baju dan sandal.

"Saya diusir dari Afghanistan sedemikian rupa sehingga saya tidak sempat mencopot sandal dari kaki saya dan memakai sepatu boots saya," tutur Ghani, sembari menekankan bahwa dirinya tiba di UEA 'dengan tangan kosong'.

Dirinya juga menuturkan ingin kembali dan menyatakan dukungan untuk perundingan antara Taliban dengan para pejabat tinggi Afghanistan. Dalam penjelasannya, Ghani kembali menegaskan bahwa dirinya meninggalkan Kabul untuk menghindari pertumpahan darah dan ditampung di UEA atas alasan kemanusiaan.

Ghani mengklaim bahwa Taliban tetap memasuki Kabul meskipun ada kesepakatan untuk tidak melakukannya. "Jika saya tetap tinggal, seorang presiden terpilih Afghanistan akan digantung sekali lagi tepat di depan mata rakyat Afghanistan," ujarnya.

Diketahui bahwa saat Taliban merebut kekuasaan di Kabul tahun 1996 silam, mereka menyeret mantan Presiden Mohammed Najibullah dari kantor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang menjadi tempat dia bersembunyi dan menggantungnya di jalanan umum setelah menyiksanya.

sumber:detik.com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Koramil Karangsembung, Bantu Pembersihan Pasca Bencana Banjir
  • Skadik 301 Membuka Pendidikan Suspa Lambangja A-45
  • Kasus Peristiwa Tindak Pidana di Apartemen Grand Center Point, Vonis Tertunda Hingga 4 Kali Sidang ?
  • Kunjungi Rumah Senior PDI P Riau, Menteri PAN RB Diskusi Soal Isu Lokal dan Nasional
  • Pesan Danlanud S Sukani Saat Pimpin Apel Pagi Di Lanud S Sukani
  • Pemerintah Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng Mulai 23 Mei 2022
  • Gubernur Riau Berharap Sertifikat BRK Syariah Diserahkan Langsung Kepala OJK
  • Bupati Bengkalis Terima Kunker Wakil Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI
  • PDSI Tegaskan Dokter Terawan Sudah Tinggalkan IDI
  •  
     
     
    Kamis, 25 Juni 2020 - 19:58:24 WIB
    Kodim 0620/Kab Cirebon Salurkan Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19
    Kamis, 02 April 2020 - 12:12:19 WIB
    Donasikan Gaji Untuk Penanganan Covid-19
    Penanganan Covid-19 Sebagai Langkah Awal Sebanyak 30 Anggota DPRD Meranti Donasi Gaji
    Rabu, 04 Mei 2022 - 15:40:00 WIB
    Masyarakat Agar Waspada Setelah 3 Pasien Anak Dengan Hepatitis Akut Meninggal Dunia
    Selasa, 24 Desember 2019 - 08:09:10 WIB
    Kapolda Banten, Pimpin Upcara Peringati Hari Ibu ke 91 Tahun 2019
    Kamis, 21 April 2022 - 09:35:33 WIB
    Terkait Pernyataan Hotman Paris Hutapea, Ini Penjelasan DPN PERADI
    Kamis, 01 April 2021 - 18:07:21 WIB
    Kabupaten Kampar jadi Salah Satu pilot project TP2DD di Provinsi Riau
    Kamis, 12 Maret 2020 - 14:03:25 WIB
    Lapas Kelas II A Bangkinang Mulai Berbenah
    Selasa, 04 Mei 2021 - 09:57:54 WIB
    Cadangan Bantuan Bencana Dinsos Jabar Perlu Ditingkatkan
    Rabu, 02 Desember 2020 - 23:27:25 WIB
    Mengancam Serta Mengusir Dari Rumah, Ibu Tiri Tempuh Jalur Hukum
    Rabu, 06 Januari 2021 - 17:13:22 WIB
    Heboh kabar Iyeth Bustami Lepas Hijab
    Selasa, 01 Juni 2021 - 05:55:30 WIB
    Proses Lelang diduga penuh permaianan
    Anggaran Makan Minum Satpol PP Rp.240 Jt Sebulan ( 10 Juta /hari)
    Senin, 26 April 2021 - 11:15:35 WIB
    Polresta Pekanbaru Ringkus Pelaku Penyerangan Petugas Dan Pengerusakan Mobil Dinas Kanwil Ditjen Bea
    Minggu, 17 Mei 2020 - 07:30:40 WIB
    DIDUGA BERMASALAH
    Papan Informasi Proyek Bukan Sekedar Formalitas
    Selasa, 08 Desember 2020 - 09:32:50 WIB
    Kronologi 6 Pengikut HRS Tewas Ditembak di Tol
    Kamis, 20 Februari 2020 - 00:55:39 WIB
    Presiden Jokowi Ke Riau
    Besok Presiden Jokowi Datang ke Riau
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved