Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono sepakat dengan rencana untuk mengimpor 1 juta ton beras.">
Selasa, 16 Juli 2024  
 
Arief Poyuono Bela Mendag Lutfi soal Impor Beras

Rahmad | Nasional
Selasa, 23 Maret 2021 - 08:40:26 WIB


TERKAIT:
   
 
JAKARTA | TIRASKITA.COM - Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono sepakat dengan rencana untuk mengimpor 1 juta ton beras.

Ia setuju dengan rencana yang sebelumnya digulirkan oleh Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi untuk mendatangkan beras dari luar negeri untuk memenuhi stok beras nasional.

Ia pun menyebut bahwa penolakan yang dilakukan Kepala Bulog, Budi Waseso hanya membuat gaduh saja.

"Nolak Impor Beras Dirut Bulog bikin gaduh. Masa iya impor beras engak dibahas dulu di rapat kabinet dan disetujui presiden," tulis Arief Poyuono di akun Twitternya, Senin (22/3/2021).

Arief bahkan menyinggung prestasi Bulog di bawah kepemimpinan Budi Waseso alias Buwas yang disebutnya selalu merugi.

"Mending rapor Bulog bagus selama dipimpin Buwas. Wong raportnya jeblok alias rugi terus," ungkapnya.

Ia memaparkan, konsumsi beras di Indonesia dengan stok yang tersedia saat ini belumlah aman.

Maka, ia setuju dengan adanya rencana untuk impor beras. dalam rangka stabilitasi bahan pangan.

"Sebulan konsumsi beras nasional itu 2 jt ton lebih kirakira 1 thn 26 juta ton dan panen nasional cuma 26 jt ton lebih lah. Lah Cadangan beras pemerintah cuma 850rb tonan. Lah iso ngamuk rakyat beras langka dan mahal.. @jokowi iso diamuk," sebutnya

"Di Indonesia itu cuma 7 provinsi penghasil beras dan 27 masih dikirim dari luar provinsi," tandas Arief.

Penjelasan Menteri Lutfi

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi akhirnya buka suara terkait rencana impor 1 juta ton beras yang sempat membuat kegaduhan.

Lutfi mengakui, rencana tersebut memang berasal dari dirinya.

Ia pun meminta publik tidak menyalahkan pihak lain lantaran memang dirinya yang memberikan instruksi agar Indonesia mengimpor beras.

“Jadi jangan salahkan Pak Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto), Pak Mentan (Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo), jangan salahkan Dirut Bulog (Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso). Salahkan saya, ” ungkap Lutfi dalam konferensi pers virtual lewat kanal Youtube Kementerian Perdagangan dikutip dari Kompas.tv, Sabtu (20/3/2021).

Lutfi punya alasan tersendiri mengapa Indonesia harus mengimpor beras saat ini.

Dia menjelaskan bahwa masa panen raya diselingi musim hujan, membuat banyak gabah basah.

Sedangkan ada standar di Bulog untuk menerima kualitas gabah dari petani.

"Saya ingin pastikan hari ini belum ada impor, tidak akan menghancurkan harga beras petani dan saya jamin tidak ada niatan pemerintah hancurkan harga petani. Yang ada sekarang gabah basah, gabah nggak bisa dibeli Bulog, petani berhadapan dengan pedagang, itu yang terjadi,"jelas Lutfi.

Lutfi menjelaskan seharusnya di Perum Bulog itu tersedia stok antara 1-1,5 juta ton beras setiap tahunnya.

"Stok Bulog kurang dari 1 juta ton. Jadi stok akhir Bulog yang kira-kira 800.000 ton dikurangi dengan stok impor 2018 yang 300.000 jadi stok Bulog hanya, mungkin tidak mencapai 500.000 ton. Ini adalah salah satu kondisi stok terendah dalam sejarah Bulog. Jadi, Anda tahu bagaimana rasa hati saya ngilunya," kata Lutfi

DPR tolak rencana impor beras

Menjelang Ramadan dan hari Raya Idulfitri, pemerintah perlu mengantisipasi ketersediaan pangan pokok di masyarakat.

Hal ini mendapat perhatian serius dikarenakan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya pada saat Ramadaan dan Idulfitri akan banyak disoroti perihal ketersediaan, kecukupan sampai fenomena lonjakan atau penurunan harga pangan.

Terkait dengan hal tersebut, dalam Rapat Kerja Bersama Komisi IV DPR RI Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo Mentan mengungkapkan bahwa dalam rangka menjaga kecukupan pangan pokok beberapa bulan ke depan, Kementerian Pertanian (Kementan) telah membuat perhitungan prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok berdasarkan data yang tersedia, seperti data stok tahun sebelumnya, perkiraan produksi dalam negeri, perkiraan impor dan perkiraan kebutuhan pangan masyarakat.

Prognosis neraca pangan pokok sampai bulan Mei 2021 diperkirakan dalam keadaan cukup.

“Beras diperkirakan akan surplus 12,56 juta ton, begitu juga jagung surplus 3,40 juta ton.Khusus beras surplus yang terjadi karena pada Maret dan April 2021 ini memasuki panen raya,“ sebut Mentan saat menghadiri Rapat Kerja Bersama Komisi IV DPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2021)

Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, Renny Astuti menyesalkan atas adanya keputusan dan pernyataan dari Menteri Perdagangan untuk tetap melakukan impor 1 juta ton beras yang diyakini tidak akan menggangu harga gabah di petani,

“Padahal fakta dilapangan hampir seluruhnya harga gabah jauh di bawah HPP, untuk itu kami menyarankan kepada Mentan untuk menjelaskan kondisi fakta dilapangan kepada Mendag, “ ujar Reni.

Senada dengan Renny, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin juga dengan tegas menolak adanya rencana impor beras 1 juta ton. Andi menilai bahwa keputusan tersebut sangat kontraadiktif dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait stok dan produksi pangan yang menunjukan adanya surplus beras.

“Alasan Mendag dan Menko Perekonomian tidak bisa kita terima secara argumentatif, kita juga harus berikan apresiasi kepada petani dan Kementan yang sudah menjamin ketersedian pangan dengan baik, “ ungkapnya

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV tersebut Andi juga mengapresiasi upaya antisipasi yang dilakukan Kementan dalam menyerap gabah petani meskipun bukan tupoksi utama dari Kementan.

”Saya yakin kerja Mentan sudah bagus untuk kita harus tetap bersinergi, dan saat ini kita harus punya kepercayaan diri bahwa petani kita mampu menghasilkan pangan sendiri terutama beras,” tambahnya.

Dalam Raker tersebut Mentan juga memaparkan apa saja langkah Kementerian Pertanian untuk menjaga pasokan kebutuhan pangan pokok di masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri, juga selama Pandemi Covid-19.

“Untuk itu langkah yang diambil Kementerian Pertanian adalah melalui Optimalisasi penyediaan pangan dari dalam negeri dan juga mempercepat proses impor untuk komoditas pangan yang belum sepenuhnya dicukupi dari dalam negeri, seperti kedelai, bawang putih, daging sapi/kerbau dan gula pasir," ungkap Mentan.

Berdasarkan hasil perhitungan sampai dengan Minggu II Maret 2021 menunjukkan stok beras yang tersimpan di berbagai tempat seperti di Bulog, penggilingan, pedagang, PIBC dan lainnya, sehingga total stok mencapai 6,79 juta ton.

Begitu pula surplus komoditas jagung, panen pada awal tahun sampai dengan Mei 2021 merupakan puncak siklus panen besar yang setiap tahun selalu terjadi sebagai hasil penanaman awal musim hujan.

“Untuk komoditas lain diperkirakan juga akan tersedia dalam jumlah cukup di antaranya komoditas bawang, cabai, daging ayam ras, telur, gula dan minyak goreng,“ ujarnya.

Walaupun ketersediaan pangan diperkirakan akan cukup, Mentan mengakui bahwa ada beberapa komoditas pangan yang masih harus mendatangkan dari luar negeri karena produksi dalam negeri belum dapat memenuhi total kebutuhan masyarakat, seperti kedelai, bawang putih, daging sapi/kerbau dan gula pasir.

“Khusus daging sapi/kerbau, walaupun telah diperkuat penyediaannya melalui impor, diperkirakan sampai akhir Mei 2021 masih kurang, sehingga kami akan melakukan kerja keras untuk dapat memenuhi kekurangannya,“ ungkap Mentan. ***

Sumber : sea.operanewsapp.com



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Bareskrim Tetapkan 2 Penyedia Barang Jadi Tersangka Korupsi Gerobak UMKM di Kemendag
  • Polresta Cirebon Hadiri Car Free Day Sumber Dalam Rangka Ops Patuh Lodaya Tahun 2024
  • Tok, Perda P2APBD Jabar TA 2023 Disetujui Bersama DPRD Jabar dan Pemdaprov Jabar
  • Pererat Silaturahmi, Warga RT 004 RW 010 Perum TTI, Makan Bareng
  • Antisipasi DBD Warga RT 004 RW 010 Perum TTI Cirebon, Lakukan Kerja Bakti
  • Audensi FGHP Ke DPRD JABAR Berharap Ada Solusi
  • Lurah Kemantren Cirebon Lakukan Sambang Warga
  • Sekretariat DPRD JABAR Menerima Kunjungan Banggar DPRD Kab Tasikmalaya
  • Harap Pj Walikota Cimahi : Permendagri No 12 Thn 2017 Selektif Dalam Membentuk UPTD
  •  
     
     
    Minggu, 13 Juni 2021 - 14:45:37 WIB
    Pemkab Kampar ikuti Rapat Persiapan MTQ Provinsi Riau dan STQ Tingkat Nasional Tahun 2021
    Senin, 16 Maret 2020 - 17:01:40 WIB
    Sikapi Surat Edaran Gubernur
    Ketua DPRD Kuansing Tunda Sejumlah Agenda Kegiatan
    Sabtu, 23 Oktober 2021 - 12:59:29 WIB
    Cara Kementan Tanggulangi Kasus Kematian Hewan Ternak di Kalbar
    Jumat, 26 Februari 2021 - 19:58:28 WIB
    Satreskrim Polres Kampar Terus Gelar Program Jumat Barokah
    Sabtu, 02 Mei 2020 - 18:27:51 WIB
    Babinsa Banjarsari  Bersama FKPPI bagikan Takjil & Masker
    Rabu, 05 Januari 2022 - 09:43:37 WIB
    Pemekaran Tasikmalaya Selatan Dinilai Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat
    Komisi I DPRD Jabar Terima Audiensi Presidum Tasela
    Jumat, 03 April 2020 - 14:25:28 WIB

    Rabu, 19 Agustus 2020 - 12:03:19 WIB
    DIRGAHYU REPUBLIK INDONESIA
    Sempena HUT RI Ke 75 Tahun 2020, TP PKK Kampar Bagi-bagi Masker
    Selasa, 06 Oktober 2020 - 22:31:45 WIB
    Demo Tolak Omnibus Law Ciptaker di Bandung Ricuh, Ini Kronologinya
    Rabu, 19 Agustus 2020 - 22:55:54 WIB
    H. Syafaruddin Poti : Kita Minta Perusahaan Bantu Perbaikan Jalan Sontang, Duri-Rohul
    Selasa, 04 April 2023 - 20:12:30 WIB
    Bupati Bengkalis Gulirkan Berbagai Program Strategis di P Rupat
    Minggu, 27 Maret 2022 - 17:51:13 WIB
    Komandan Lanud S. Sukani Hadiri UKT Taekwondo periode 1 Tahun 2022 Majalengka
    Rabu, 19 Februari 2020 - 09:36:49 WIB
    Perencanaan Pembangunan Kampar
    Asisten III Setda Kampar Pimpin Musrenbangcam di Kecamatan Kampar
    Selasa, 03 Maret 2020 - 13:43:48 WIB
    Bupati Siak Alfedri resmi menutup penyelenggaraan (MTQ) ke-XV
    Alfedri : “Semoga akan lahir Qori dan Qoriah terbaik dari Kecamatan Sabak Auh”
    Jumat, 10 September 2021 - 12:36:47 WIB
    Koarmada III Gelar Upacara HUT Ke 76 TNI Angkatan Laut
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved