Rabu, 03 Maret 2021  
 
Komitmen Pemerintah Indonesia Menjadikan Indonesia Ibukota Alami Dunia
Menko Luhut Luncurkan Konsep Investasi Hijau untuk Papua dan Papua Barat

Riswan L | Nasional
Kamis, 27 Februari 2020 - 13:55:53 WIB
Marves,Tiraskita.com - Sorong, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meluncurkan konsep Investasi Hijau atau investasi ramah lingkungan di Papua dan Papua Barat.

Investasi hijau merupakan konsep investasi ramah lingkungan yang tengah dioptimalkan oleh pemerintah Indonesia. Karena ramah lingkungan, Menko Luhut menilai konsep ini sesuai diterapkan di Papua dan Papua Barat yang memiliki sumber daya alam melimpah.

"Berkaitan dengan modal alam yang melimpah di Papua dan Papua Barat, investasi hijau dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan tetap mempertahankan keberlanjutan akan menjadi skema yang tepat untuk mempromosikan pembangunan Papua dan Papua Barat," kata Menko Luhut dalam forum High Level Meeting on Green Investment For Papua and West Papua di Sorong, Kamis (27-02-2020).

Konsep investasi hijau dalam tahap awal akan menyasar hasil pertanian, perikanan Papua dan Papua Barat yang berpotensi untuk diekspor, serta ekowisata. "Kami memiliki komoditas yang siap ditingkatkan dan dikembangkan seperti kakao, kopi Arabika, dan pala. Kami juga memiliki rumput laut dan kopi Robusta yang tumbuh baik di Papua, serta budaya, lingkungan, laut di Papua yang menawarkan banyak peluang untuk ekowisata," kata Menko Luhut.

Menko Luhut berharap, konsep investasi ramah lingkungan yang akan diterapkan di Papua dan Papua Barat bisa memacu pertumbuhan ekonomi di tanah Papua. "Jadi dengan adanya investasi, masyarakat akan memulai kegiatan ekonomi. Perekonomian alam tumbuh dan orang bisa mendapatkan manfaat sosial darinya," imbuh Menko Luhut.

Untuk mengoptimalkan modal alam yang dimiliki, Menko Luhut menyatakan pemerintah berkomitmen melindungi, melestarikan, dan mengelola ekosistem Papua dan Papua Barat secara berkelanjutan. Komitmen pemerintah, menurut Menko Luhut, ditunjukkan melalui pengembangan prakarsa pembangunan rendah karbon; moratorium konsesi perkebunan kelapa sawit; hingga moratorium konsesi hutan alam primer dan lahan gambut.

"Hutan dan ekosistem Papua dan Papua Barat perlu dijaga agar tetap utuh. Pemerintah akan memberikan kerangka kebijakan sementara pelaku bisnis perlu menyediakan investasi dan dukungan. Kolaborasi ini hanya dapat dilakukan secara efektif jika pemerintah daerah, masyarakat, kelompok adat, bisnis lokal, kelompok agama dan organisasi masyarakat sipil dapat bekerja bersama dan saling mendukung," kata Menko Luhut.

Komitmen Pemerintah Indonesia Menjadikan Indonesia Ibukota Alami Dunia
 
Menko Luhut mengungkapkan bahwa “Indonesia adalah ibukota alami dunia’. Negara yang  terdiri dari 17.500 pulau ini menurut Menko Luhut merupakan rumah bagi hutan hujan terbesar ketiga di dunia. Luas kawasan hutan Indonesia menurutnya tercatat sekitar 125,9 juta hektar yang merupakan 63,7% dari luas daratan Indonesia. Selain itu 15% dari semua spesies di planet ini dapat ditemukan di Indonesia dan Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati laut paling banyak di dunia.

Lebih lanjut Menko Luhut menilai, potensi Hutan bakau Indonesia mencapai 3 juta hektar yang merupakan sepertiga dari cadangan karbon pesisir global merupakan sebuah potensi yang  dapat dikelola dalam rangka berkontribusi terhadap penanganan perubahan iklim dunia. “Indonesia memiliki wilayah karbon terkaya di dunia, kita memiliki sekitar 75 persen-80 persen karbon kredit dunia," ujar Menko Luhut.

Stok karbon di Indonesia menurut Menko Luhut padat dan tak tergantikan.  Sekali hilang mereka tidak dapat dipulihkan dalam kerangka waktu yang berarti dan akan mengurangi anggaran karbon global. ”Hilangnya karbon yang tidak dapat dipulihkan dalam sumber daya alam ini, terutama lahan gambut, hutan bakau dan hutan tropis yang utuh akan mewakili debit permanen pada sisa anggaran karbon global," kata Menko Luhut.

Menyadari potensi Indonesia yang memiliki modal alam dunia tersebut, oleh karena itu melalui konsep Investasi Hijau di Papua dan Papua Barat,  Pemerintah Indonesia menurut Menko Luhut sangat serius berkomitmen mendukung peta jalan dan segala infrastrukturnya dalam rangka juga mencapai tujuan Presiden Republik Indonesia mengembangan ekonomi berkelanjutan yang sejahtera dan adil di Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang secara sosial dan inklusif terhadap lingkungan.

Menko Luhut menyampaikan pesan pribadi Presiden Joko Widodo bahwa Presiden sangat menyukai program Kredit Karbon sehingga bermanfaat bagi Indonesia.  Ditegaskan olehnya bahwa Indonesia akan mengambil peran penting bagi penangan perubahan iklim dunia dan SDG “Presiden kita senang bahwa sektor swasta dapat terlibat dalam masalah ini dan masyarakat kolaborasi masyarakat, tetapi dia ingin mengingatkan semua pemangku kepentingan untuk tetap berada di koridor yang telah ditentukan, untuk menjaga transparansi, semua demi kebaikan planet kita," ungkap Menko Luhut.

Sebagai informasi, pertemuan tingkat tinggi Investasi Hijau dan juga dihadiri oleh Menteri Pertanian, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kepala BKPM, Gubernur Papua Barat, Wakil Gubernur Papua,  Wakil Menteri Parekraf, dan Deputi  Kementerian Koodinator Perekonomian.**


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • 32 Honorer Terima SK P3K dari Bupati Siak
  • Pemkab Inhil Serahkan LKPD Tahun 2020 ke BPK
  • Diskominfo Jabar Gelar Serah Terima Jabatan dan Pelepasan Purnabhakti
  • Uu Ruzhanul Lantik Pj. Sekda Kabupaten Bandung
  • Gubernur Ridwan Kamil Ajak Warga Jabar Lapor SPT Tahunan
  • Kapolsek Tambang Langsung Koordinir Anggota Lakukan Pemadaman
  • Perpanjangan PPKM, Polda Banten dan TNI Siap Disiplinkan Prokes dan 3T
  • Kabid Humas Polda Banten, Perkuat Sinergitas Bersama Forum Wartawan Polda
  • Wako Dumai Tinjau Lokasi Penanganan Banjir, Sampah dan Karhutla
  •  
     
     
    Senin, 06 Juli 2020 - 12:59:26 WIB
    Babinsa Koramil 07/Alasa Giatkan Komsos Dengan Masyarakat
    Rabu, 11 Maret 2020 - 09:30:52 WIB
    ENAM ASAL KOPI DAERAH INDONESIA DISUKAI DI DUNIA
    Hari Kopi Nasional, Berikut 6 Kopi Indonesia yang Mendunia
    Senin, 15 Juni 2020 - 11:28:52 WIB
    DPD Lemtari Kampar Rencanakan Kegiatan Donor Darah
    Kamis, 31 Desember 2020 - 10:03:49 WIB
    Ridwan Kamil Tanda Tangani Perjanjian Pinjaman Daerah 2021 dan Komitmen Bersama Kepala Daerah
    Senin, 22 Juni 2020 - 12:59:57 WIB
    Koramil 1418-03/Kalukku Kodim 1418/Mamuju Laksanakan Minggu Militer
    Senin, 18 Mei 2020 - 22:35:29 WIB
    Fraksi PKS Nyatakan Hamdani Kader Terbaik
    Kisruh DPRD Pekanbaru, Seribu Mosi Tak Percaya, Hamdani Tetap Ketua DPRD
    Minggu, 16 Februari 2020 - 11:01:56 WIB
    Empat Terdakwa Perkara Shabu 52 Kg dan Pil Ekstasi 23 Ribu Butir Divonis Seumur Hidup
    Kamis, 13 Februari 2020 - 18:21:53 WIB
    Bupati Kampar Serahkan langsung Bantuan Korban Kebakaran Rumah
    Selasa, 08 Desember 2020 - 09:42:56 WIB
    PDI Perjuangan Hormati Proses Hukum KPK, Hukum Menegakkan Keadilan dan Kebenaran
    Rabu, 26 Agustus 2020 - 16:39:14 WIB
    MOI Pekuat Jaringan Lewat Kartu Anggota Dan Sertifikat Keanggotaan
    Sabtu, 27 Juni 2020 - 11:35:16 WIB
    PENEMUAN MAYAT DI KEBUN SAWIT
    Mandor PT. MUP Diduga Korban Pembunuhan
    Jumat, 01 Januari 2021 - 21:27:05 WIB
    Salah Satunya Kasubbag Humas AKP Deni Yusra
    91 Personel Polres Kampar Mendapat Kenaikan Pangkat Periode 1 Januari 2021
    Senin, 02 Desember 2019 - 12:08:58 WIB
    BI AWARD 2019: BNI BANK TERBAIK PESERTA SISTIM PEMBAYARAN BI
    Rabu, 16 September 2020 - 07:08:12 WIB
    Penyaluran Mulai September hingga desember 2020
    Baru Terdata 55,2%, Kemdikbud Salurkan Subsidi dengan Skema "Cut Off"
    Selasa, 02 Maret 2021 - 13:35:18 WIB
    Uu Ruzhanul Lantik Pj. Sekda Kabupaten Bandung
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved