Rabu, 17 08 2022  
 
BIN Angkat Suara soal Beda Hasil Tes Swab Covid

Arif Hulu | Nasional
Senin, 28 September 2020 - 12:31:36 WIB

Ilustrasi tes swab.
TERKAIT:
   
 
Jakarta | Tiraskita.com - Badan Intelijen Negara (BIN) angkat suara soal perbedaan uji tes swab dalam rangka tracing atau pelacakan wabah Covid-19 di Indonesia dalam tujuh bulan terakhir.

Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menjelaskan perbedaan hasil ini bukan hal baru dan telah dijelaskan oleh Dewan Analis Strategis Medical Intelligence BIN. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan perbedaan hasil tersebut.

"(Hasil tes berubah) Hal itu disebabkan sejumlah faktor," kata Wawan

Wawan memperinci faktor-faktor yang membuat hasil tes mudah berubah, kata dia, yakni akibat RNA/protein yang tersisa (jasad renik virus) sudah sangat sedikit atau bisa dibilang mendekati hilang, sehingga jasad renik ini tak lagi terdeteksi.

Apalagi, lanjut dia, jika subjek yang diperiksa tidak memiliki gejala klinis dan dites pada hari yang berbeda. Orang tanpa gejala atau disebut juga dengan istilah asimptomatik yang mendekati sembuh berpotensi memiliki fenomena tersebut.

Tak hanya itu, menurut Wawan, bias pre-analitik atau pengambilan sampel yang dilakukan dua orang berbeda dengan kualitas pelatihan dan prosedur standar di laboratorium yang juga berbeda bisa menyebabkan hasil tes berubah.

Wawan juga menyebut, sensitivitas reagen dapat berbeda terutama bagi pasien yang nilai CQ/CTnya sudah mendekati 40. Dalam kaitan ini, Wawan mengatakan BIN telah menggunakan reagen Perkin Elmer dari Amerika, A-Star Fortitude dari Singapura, dan Wuhan Easy Diag dari China.

"Reagen ini lebih tinggi dalam hal standar dan sensitivitas terhadap strain Covid-19 dibandingkan merek lain, seperti Genolution dari Korea atau Liferiver dari China yang digunakan beberapa rumah sakit," kata dia.

BIN memang menerapkan ambang batas standar hasil PCR tes lebih tinggi dibandingkan institusi lain. Wajar hasil yang diperoleh akan berbeda dengan hasil tes dari institusi lain.

Nilai CT QPCR atau ambang batas bawah hasil tes PCR biasanya adalah 35, tapi BIN menaikkan ambang batas bawah menjadi 40. Hal itu untuk mencegah orang tanpa gejala lolos screening.

"Ambang batas bawah 35, namun untuk mencegah OTG lolos screening maka BIN menaikkan menjadi 40, termasuk melakukan validitas melalui triangulasi tiga jenis gen, yaitu RNP/IC,N dan ORF1ab," kata dia.

Wawan menegaskan bahwa faktor-faktor tersebut yang membuat hasil uji swab di BIN dengan di tempat lain berbeda. Meski begitu, Wawan memastikan seluruh peralatan, metode, dan test kit yang digunakan BIN terjamin dan masuk dalam kategori gold standard dalam pengujian sampel covid-19.

Di samping itu, Wawan menilai wajar perubahan kasus positif menjadi negatif dalam kurun waktu sesaat karena juga kerap ditemukan di beberapa negara.

"Kasus false positive dan false negative sendiri telah banyak dilaporkan di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, China, dan Swedia," ujar dia.

Wawan mengklaim akurasi tes swab yang dilakukan BIN tak hanya aman tapi juga terjamin. Alat-alat yang digunakan pun telah sesuai standar protokol laboratorium.

Saat ini, kata dia, BIN menggunakan dua alat RT PCR jenis Qiagen dari Jerman dan Thermo Scientific dari Amerika. Alat itu sudah melewati proses sertifikasi oleh lembaga internasional dan dinyatakan layak sesuai standar.

"Telah dilakukan proses sertifikasi oleh lembaga sertifikasi internasional, World Bio Haztec (Singapura). Serta melalukan kerja sama dengan LBM Eijkman untuk standar hasil sehingga layak digunakan untuk analisis reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) yang sesuai standar," kata Wawan.

Dalam kesempatan itu, Wawan juga menjelaskan soal keterlibatan BIN dalam penanganan covid-19 ini. Hal ini telah dijelaskan dalam UU Nomor 17 Tahun 2011 tentang intelijen negara untuk membentuk satgas dalam pelaksanaan aktivitas dalam pelaksanaan aktivitas intelijen.

Ia menjelaskan, ancaman kesehatan juga merupakan bagian ancaman terhadap keamanan manusia yang merupakan ranah BIN. Ketentuan itu yang kemudian menjadi dasar bagi BIN untuk ikut berpartisipasi aktif membantu Satgas Penanganan Covid-19 dengan melakukukan operasi intelijen medis termasuk tes swab tersebut.

"Dengan dasar itu BIN turut berpartisipasi aktif membantu Satgas Covid-19 melakukan operasi medical intelligence, di antaranya berupa gelaran tes swab di berbagai wilayah, dekontaminasi, dan kerja sama dalam pengembangan obat dan vaksin," tutur dia.

Sebelumnya, hasil tes swab yang dilakukan BIN diduga tidak akurat karena berubah ketika diperiksa di tempat lain. Dari hasil tes swab BIN kepada sejumlah pegawai kementerian/lembaga menunjukkan hasil positif covid-19. Namun ketika tes ulang di tempat lain ternyata hasilnya negatif.

Sumber : Cnnindonesia.com


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Surya Darmadi Tersangka Kasus Korupsi Rp 78 T
  • Presiden Jokowi di Pidato Kenegaraan 2022, Pakai Baju Adat Bangka Belitung
  • Menteri Investasi Pastikan Hilirisasi di Freeport Indonesia Terus Berjalan
  • Plt Wali Kota Cimahi Kukuhkan Paskibraka Kota Cimahi
  • 'Tidak Ada Negara yang Memberikan Subsidi BBM dan LPG Sebesar Indonesia'
  • Pj Wali Kota Pekanbaru: Ruang Pustaka Setiap Kecamatan Jantung Ilmu Pengetahuan
  • Polrestro Jakarta Barat Bongkar Jaringan Narkoba Internasional
  • Siapa Jenderal Polisi Bintang 3 Yang Hendak Mundur Gegara Kasus Fredy Sambo?
  • Pemkot Cimahi Mulai Revitalisasi Stadion Sangkuriang
  •  
     
     
    Sabtu, 28 Agustus 2021 - 11:26:19 WIB
    Menlu Inggris Murka Usai 2 Warganya Tewas dalam Serangan Bom di Kabul
    Sabtu, 23 Januari 2021 - 16:04:41 WIB
    Ke Pekanbaru Mau Cari Kerja, Dua Pria Asal Palembang Malah Jadi Jambret
    Kamis, 20 Mei 2021 - 17:13:46 WIB
    Komisi I DPRD Jabar Tinjau BUMDes Cisaat
    Kamis, 09 Juli 2020 - 06:27:28 WIB
    Pemkot Cimahi Belum Mengizinkan Pesta Resepsi Pernikahan
    Jumat, 23 Juli 2021 - 10:59:57 WIB
    Sekda Kampar Buka Kegiatan Assessment untuk Pimpinan Tinggi Pratama
    Selasa, 23 Juni 2020 - 12:57:31 WIB
    LAWAN COVID-19
    Laksanakan Kegiatan Rapid Test Drive Trought,Yulianti : Semoga Polri Selalu Dekat di Hati Masyarakat
    Sabtu, 23 Januari 2021 - 10:01:36 WIB
    Rapat Pleno Penetapan Bupati Dan Wakil Bupati di Bengkalis
    Minggu, 12 April 2020 - 12:24:49 WIB
    Penyelesaian Sangketa Hak Petani
    Perwakilan Kelompok Tani Reboisasi Sei Mahato, Ajukan Penyelesaian Dengan PT. Torganda
    Kamis, 27 Agustus 2020 - 09:38:42 WIB
    DPO Narkoba terkesan dibiarkan
    DPO Man Patin Diduga Masih Jalankan Bisnis Narkoba, Ketua Granat Riau Minta Aparat Tegas
    Rabu, 03 Februari 2021 - 23:00:01 WIB
    Pemkab Inhil Gelar Pertemuan dengan BPK RI Perwakilan
    Kamis, 24 Desember 2020 - 13:46:12 WIB
    Terkait Korupsi Bansos Covid-19, Juliari Batubara Tegaskan Gibran Rakabuming Tak Terlibat
    Sabtu, 18 Desember 2021 - 10:25:46 WIB
    SD Cikole Kota Sukabumi Dan Kantor BKPSDM Kota Sukabumi Belajar Dan Berkantor Di Atas Tanah Sengketa
    Selasa, 14 Juni 2022 - 11:10:56 WIB
    Polisi akan Periksa Iko Uwais Diduga Keroyok Pria di Bekasi
    Kamis, 21 Mei 2020 - 21:32:26 WIB
    Pangdam IV/ Dip Bersama Kapolda Jateng Kompak
    Selasa, 24 Maret 2020 - 19:10:42 WIB
    UN Tidak Akan Dilaksanakan Untuk Tahun Ini Dikarenakan Wabah Virus Corona
    Komisi X DPR-Mendikbud Sepakat UN Ditiadakan, Nilai Rapor Bisa Penentu Kelulusan
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved