Rabu, 18 Mei 2022  
 
Ahok Basmi Mafia Migas, Solar Tidak Impor Lagi

Riswan L | Nasional
Selasa, 16 Juni 2020 - 10:36:35 WIB

Jakarta, Tiraskita.com – Mulai awal tahun 2020, Pertamina diberikan mandat oleh Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Tak lain untuk mengimplementasikan B30. Implementasi bisa terlaksana dengan adanya sinergi satu sama lain.

Diantaranya Presiden Jokowi didampingi  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan jajaran direksi lainnya.

Peresmian implementasi program biodiesel 30% (B30) dilaksanakan di SPBU COCO Pertamina MT Haryono pada 23 Desember 2019. Menjadi yang pertama di dunia. B30 diproses dengan mencampur solar dengan olahan kelapa sawit.

Sebelumnya, uji coba implementasi program B30 sudah dilakukan sejak November 2019. Yaitu ada di delapan titik pencampuran (Terminal BBM dan kilang Pertamina). B30 merupakan bahan bakar biosolar dengan kandungan 30% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) atau minyak nabati dari kelapa sawit. Aplikasi B30 akan bertahap sampai nantinya bisa ke B100.

Lantaran memang harus memanfaatkan industry kelapa sawit. Selama dua tahun belakangan, Pertamina dan kilangnya dinilai mampu menjalankan mandatori B20. Pencampuran Biosolar B30 dilakukan di 28 titik pencampuran. Yaitu Medan, Dumai, Siak, TLK Kabung, Plaju, Panjang, Tanjung Gerem, Bandung Group, Tanjung Uban, Jakarta Group, Cikampek, Balongan, Tasikmalaya Group, Cilacap Group, Semarang Group, Tanjung Wangi, Surabaya, Tuban, Boyolali, Rewulu, Bitung, Balikpapan Group, Kasim, Kotabaru Group, Makassar, Manggis, Kupang, dan STS Pontianak.

Selain ramah lingkungan, implementasi B30 memiliki banyak manfaat. Yaitu pengurangan emisi gas rumah kaca sangat baik untuk lingkungan. Biosolar B30 juga meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan yang otomatis menurunkan penggunaan energi berbasis fosil. Implementasi B30 menghemat devisa sebesar Rp 63 triliun.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan luar ruangan

Berarti membantu meningkatkan perekonomian Indonesia melalui pengurangan volume impor solar. Penggunaan biosolar B30 juga akan meningkatkan performa mesin. FAME yang bersifat detergency akan mampu membersihkan mesin kendaraan maupun mesin industri lebih baik. B30 juga meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Menjaga keberlangsungan industri sawit dalam negeri sebagai penyedia bahan baku dan produsen FAME. Berimbas pada peningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Begitu bergemingnya pemerintah Indonesia melalui Presiden Jokowi beserta jajaran dan juga Ahok bersama jajaran Pertamina akan implementasi. Menteri BUMN Erick Thohir pun sangat mendukung. Dinilai sangat bagus dengan adanya B30. 48 persen daripada all oil akan terserap. Terlebih Ahok sangat antusias dengan mewujudkan keinginan besar Presiden Jokowi. Bahwasanya mengurangi hingga tidak lagi impor solar.

Sejak diterapkan B30, Indonesia sudah tidak lagi impor solar. Namun tidak akan usai sampai disini. Tentu saja dengan demikian perlahan akan mulai menggerus mafia didalam lingkungan migas. Pasalnya keuntungan para mafia migas didapat dari banyaknya impor. Ada oknum yang membuat Indonesia terus membuka keran impor minyak alias mafia migas. Banyak investor yang bersedia untuk membangun kilang di Indonesia. Mulai dari Saudi Aramco, Rosneft Oil Company hingga Overseas Oil & Gas (OOG).Tapi prosesnya berjalan sangat lambat.

Pembangunan kilang minyak pun mangkrak bertahun – tahun. Diduga ada kesengajaan untuk membuat rencana investasi pembangunan kilang tak berjalan mulus. Tujuannya agar Indonesia gagal memiliki kilang minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal demikian justru diungkapkan oleh Presiden Jokowi pada 31 Desember 2019. Tentu saja sebelum Pertamina dipimpin Ahok.***

(Sumber:NAWACITAPOST)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • UAS Dideportasi di Tengah Masuk Singapura Sudah Kendor
  • Harga Sawit Anjlok, Gubernur Riau Lapor ke Presiden
  • Pemkab Rohil Optimalkan Retribusi Tower Untuk Genjot PAD
  • Bupati Kasmarni Serahkan Pemenang Lomba Lampu Colok Tahun 2022
  • Tesla dan SpaceX akan Mencoba Beberapa Kerja Sama Dengan Indonesia
  • Mencekam Setelah Penangkapan Ade Yasin
  • DLHK akan Tempatkan Petugas Awasi TPS Ilegal
  • Wali Kota Resmikan Rumah Tahfidz dan Unit Usaha FPRM di Rumbai
  • 15 Narapidana Rutan Cipinang Terima Remisi Hari Raya Waisak Tahun 2022
  •  
     
     
    Sabtu, 25 September 2021 - 09:41:28 WIB
    Ketimpangan Tanah Masih Jadi Isu Pada HTN 2021
    Rabu, 18 Agustus 2021 - 21:43:24 WIB
    Hak Jawab Samson Dan Elywaty Atas Berita "Kapal di Tenggelamkan Mesin Kapalnya Diperjual belikan"
    Jumat, 05 Juni 2020 - 12:13:41 WIB
    Pengawalan Ketat Dari Babinsa Dan Polsek
    Babinsa Koramil 03/Idanogawo & Polsek Kawal Pendistribusian Bansos Di Kecamatan Idanogawo
    Senin, 15 Maret 2021 - 17:30:49 WIB
    Kadiv Propam Polri Kunjungi Danpuspom AD
    Minggu, 13 Februari 2022 - 14:16:29 WIB
    Adu Penalti, PS Pemkab Tapteng Kalahkan Perdagangan FC 5-4
    Minggu, 05 April 2020 - 14:06:17 WIB
    LAWAN COVID-19
    Perangi Covid-19, Kak Seto Ajak Orang Tua Jadi Guru Bagi Anak
    Minggu, 07 Juni 2020 - 00:14:19 WIB
    MOI Sukses Laksanakan Pra UKW Via Zoom
    Senin, 22 Februari 2021 - 09:06:54 WIB
    PTDI Penuhi Pesanan BELL 412EPI
    Kamis, 30 Juli 2020 - 11:17:32 WIB
    PILKADA SERENTAK 2020
    DPP Partai Demokrat Berikan Rekomendasi Kepada Pasangan LASO
    Rabu, 11 Maret 2020 - 09:30:52 WIB
    ENAM ASAL KOPI DAERAH INDONESIA DISUKAI DI DUNIA
    Hari Kopi Nasional, Berikut 6 Kopi Indonesia yang Mendunia
    Senin, 04 Januari 2021 - 23:19:22 WIB
    Israel Larang Ratusan Warga Palestina Sholat di Al-Aqsa
    Senin, 20 April 2020 - 21:22:47 WIB
    Dikerjakan Asal Jadi
    Proyek Pembuatan Pejalan Kaki dan Lapangan Parkir Bermasalah
    Minggu, 09 Agustus 2020 - 08:11:11 WIB
    LAWAN COVID-19
    Pernyataan Gubernur NTT Lawan WHO Menuju Kehidupan Normal
    Rabu, 04 November 2020 - 08:10:31 WIB
    Demo Mahasiswa DMNI di Dinkes Kab. Nias Berakhir Ricuh, Beberapa Mahasiswa Mengalami Luka-luka
    Jumat, 17 Juli 2020 - 12:19:53 WIB
    Polda Jatim Bongkar Kasus Intersepsi dan Manipulasi Dokumen Elektronik Senilai Rp 8,6 M
     
    Riau | Nasional | Ekonomi | Hukrim | Politik | Olahraga | Kesehatan | Budaya | Pendidikan | Internasional | Lifestyle
    Advertorial | Indeks Berita
    About Us | Redaksi | Pedoman Media Siber | Info Iklan | Disclaimer
    Copyright © 2020 PT. Tiras Kita Pers, All Rights Reserved